Yamaha NMax

KTT Kedua Trump-Kim Berakhir tanpa Kesepakatan

  Jumat, 01 Maret 2019   Fira Nursyabani
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pertemuan puncak kedua mereka di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). (@WhiteHouse/Twitter)

AYO BACA : Tanya Isu Sensitif, 4 Wartawan Dilarang Ikut Makan Malam dengan Trump-Kim

AYO BACA : Kim Jong-un Palsu Diusir dari Vietnam

HANOI, AYOBANDUNG.COM -- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, pada 27-28 Februari kemarin telah berakhir tanpa kesepakatan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Gedung Putih.

"Tidak ada kesepakatan yang dicapai antara Kim dan Trump pada hari kedua pertemuan puncak mereka di Hanoi," kata Gedung Putih dalam pernyataan. Gedung Putih menambahkan bahwa kedua pemimpin negara itu ingin segera bertemu kembali.

Pernyataan itu menambahkan, kendati mengakhiri pertemuan tanpa kesepakatan apa pun, Kim dan Trump dilaporkan telah melakukan pembicaraan yang sangat baik. Mereka juga membahas berbagai cara untuk memajukan denuklirisasi serta konsep-konsep yang didorong dengan aspek ekonomi.

Kim dan Trump pada awalnya dijadwalkan untuk menghadiri acara makan siang serta penandatanganan kemungkinan pernyataan bersama di Hotel Sofitel Legend Metropole di Hanoi. Namun, acara tersebut dibatalkan karena alasan yang tidak diungkapkan.

Jumpa pers oleh Trump juga dimajukan dua jam menjadi pukul 14.00 waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Trump mengatakan masih ada jurang antara apa yang diinginkan Korut dan AS.

Kim menuntut sanksi yang dikenakan terhadap Pyongyang dilonggarkan sebagai imbalan atas perlucutan senjata nuklir dalam jumah besar. Sedangkan AS tidak menyetujui tuntutan itu.

Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia dan Kim masing-masing memiliki visi tertentu yang tidak selaras, namun semakin mendekati dibandingkan satu tahun lalu. "Kami perlu bicara... Ada jurang (pemisah)," kata Trump.

Trump dan Kim memulai pertemuan puncak mereka pada Rabu (27/2/2019) malam dengan mengadakan perbincangan empat mata dan makan malam. Keduanya melanjutkan pembicaraan keesokan harinya soal upaya nyata untuk mewujudkan perdamaian dan pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Setelah kembali dari Hotel J.W. Marriott, Trump mengisyaratkan dalam acara jumpa pers bahwa pembicaraan antara Pyongyang dan Washington bisa berlanjut walaupun ia dan Kim tidak berhasil mencapai kesepakatan selama pertemuan mereka yang kedua itu. Pernyataanya itu mengisyaratkan bahwa diplomasi dengan menggelar pertemuan puncak seperti itu kemungkinan akan terhenti sementara.

Trump mengatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo merasa bahwa tidak baik untuk menandatangani apa pun selama pertemuan itu kendati mereka memiliki beberapa opsi untuk dirundingkan. Walaupun pertemuan tidak menghasilkan kesepakatan, Trump mengatakan ia akan terus melanjutkan upayanya dengan sang pemimpin Korut untuk mengatasi kesenjangan antarkedua negara.

Kim dan Trump dalam pertemuan puncak mereka yang pertama di Singapura, Juni tahun lalu, setuju untuk menciptakan perdamaian yang abadi serta menuntaskan pelucutan senjata nuklir di semenanjung tersebut. Mereka juga setuju untuk memulai hubungan baru antara kedua negara.

AYO BACA : Hadiri KTT dengan Trump, Mengapa Kim Jong-un Pilih Gunakan Kereta?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar