Yamaha NMax

KPP Pratama Majalaya Targetkan Penerimaan Pajak Rp1,24 Triliun

  Rabu, 27 Februari 2019   Dadi Haryadi
Tax Gathering dan Dialog Bersama di Hotel Intercontinental, Rabu (27/2/2019). (istimewa)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM--Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Majalaya terus menggenjot penerimaan pajak dengan cara mendorong kesadaran dan memberikan apresiasi kepada para wajib pajak di wilayahnya.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I, Neilmaldrin Noor mengatakan KPP Pratama Majalaya merupakan salah satu KPP Pratama dengan penerimaan pajak sangat baik. Hal ini terlihat dari pencapaian 2018 sekitar Rp970,45 miliar atau 98,73% dari target. Pencapaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 29% dari pencapain tahun sebelumnya dan di atas rata-rata pertumbuhan secara nasional.

Dia menjelaskan sektor dominan yang menyumbang penerimaan pajak di KPP Pratama Majalaya adalah Industri Pengolahan dengan kontribusi 46% dan sektor Perdagangan sekitar 25%.

AYO BACA : Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

"Pada tahun 2019 ini, KPP Pratama Majalaya diberikan kepercayaan untuk mencapai target penerimaan sekitar Rp1,24 triliun. Target penerimaan pajak di Kanwil DJP Jabar 1 juga meningkat 22,8% menjadi Rp34,797 triliun," ujar Neilmaldrin dalam acara Tax Gathering dan Dialog Bersama di Hotel Intercontinental, Rabu (27/2/2019).

Dia menjelaskan salah satu pilar kehidupan bernegara adalah partisipasi warga negara dalam menunjang pembiayaan bernegara melalui pembayaran pajak. Sekitar 80% APBN berasal dari penerimaan pajak, maka diperlukan kesadaran dari para wajib pajak.

Beberapa manfaat pajak di antaranya adalah untuk operasional kelangsungan negara secara umum, pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, kesehatan, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat dalam bentuk dana transfer ke daerah di seluruh Indonesia.

AYO BACA : Kelola Barang Sitaan, KPP Pratama Bandung Karees Gandeng Rupbasan Kelas I Bandung

"Target penerimaan pajak terus meningkat sebagai konsekuensi meningkatnya perekonomian. Target tersbut bisa tercapai dengan kepatuhan dan kesadaran wajib pajak yang meningkat," katanya.

Meski belum 100%, pihaknya terus mendorong tingkat kepatuhan pajak yang saat ini berkisar 75% dari wajib pajak yang terdaftar. Salah satunya dengan giat melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.

Menurutnya, acara tax gathering dan dialog bersama punya arti penting demi meningkatkan komunikasi dengan para wajib pajak. Selain itu, acara ini juga berisi pemberian penghargaan untuk para wajib pajak yang punya kontribusi besar dan punya tingkat kepatuhan tinggi, dengan rincian kepada 3 orang wajib pajak pribadi dan 3 badan. 

"Kami berharap acara ini bisa menjadi tonggak komunikasi yang baik antara wajib pajak dengan otoritas pajak. Sebab, pajak adalah suatu sinergi antara masyarakat dengan pemerintah," jelasnya.

AYO BACA : 2018, Realisasi Penerimaan Pajak DJP Jabar Tumbuh Positif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar