Yamaha Lexi

Jadi Presiden di Indonesia Lebih Capek, Harus Tahu Harga Bawang dan Cabai

  Rabu, 27 Februari 2019   Dadi Haryadi
Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai untuk menjadi presiden di Indonesia bukan perkara mudah karena punya banyak tugas. Selain menjabat sebagai kepala negara, presiden juga menjadi kepala pemerintahan.

Presiden di Indonesia, selain harus mengerti urusan protokoler kenegaraan dia harus tahu harga bawang dan harga cabai, ujarnya, Selasa (26/22019).

AYO BACA : Caleg Perempuan Belum Sentuh Isu Kebutuhan Dasar

Melihat kondisi tersebut, dia memuji kemampuan dan kualitas Presiden Jokowi. Selain lihai dalam blusukan ke masyarakat juga piawai dalam pidato.

Dedi membantah pernyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut Pidoto Jokowi di Sentul meniru Prabowo.

AYO BACA : Balad Jokowi Targetkan 2 Juta Suara untuk Jokowi - Ma\'ruf

Bukan meniru, hanya persoalan momentum waktu. Ada yang pidato dulu baru keliling, ada yang keliling dulu baru pidato, ucapnya.

Menurutnya, pidato Jokowi lebih tepat karena bisa mengisi seluruh titik-titik lemah dari pidato kubu pesaing. Selain itu juga lebih detail dan teknis seperti menyangkut kebutuhan rakyat terkait infrastruktur, sarana air bersih dan lainnya.

Konsep (Jokowi) lebih detail bukan tataran ucapan yang bersifat apologi atau ucapan yang terlalu mengawang. Beliau jauh lebih teknis. Itulah pidato kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, pungkasnya.

AYO BACA : Naskah Daluang Dukungan Untuk Jokowi-Ma\'ruf Amin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar