Yamaha Aerox

Hadiri KTT dengan Trump, Mengapa Kim Jong-un Pilih Gunakan Kereta?

  Selasa, 26 Februari 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump saat KTT pertama mereka di Singapura pada Juni tahun lalu. (Reuters)

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah lama menjadi media darling. Setiap langkahnya selalu jadi sorotan media, termasuk perjalanannya dari Pyongyang, Korut, ke Hanoi, Vietnam, untuk menghadiri KTT dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang memakan waktu sekitar 60 jam dengan menggunakan kereta api.

Kebiasaannya menggunakan kereta bertentangan dengan perilaku pemimpin masa kini yang memprioritaskan efisiensi. Lagi pula, dengan menggunakan pesawat, Kim hanya perlu menghabiskan waktu 4 jam 7 menit dari Pyongyang ke Hanoi yang berjarak 1.714 mil atau 2.758 km. Moda transportasi ini 15 kali lebih cepat dibandingkan dengan kereta api.

Mengapa menggunakan kereta api?

Yang pasti, perusahaan penerbangan Korut, Air Koryo, hanya mempunyai satu pesawat Antonov An-204-100 B yang sudah berusia 6,3 tahun, satu pesawat Antonov An-204-100 berusia 4,1 tahun, satu pesawat Tupolev Tu-204-300 berusia 26,3 tahun, dan satu pesawat Tupolev 204-100 B berusia 9,8 tahun. Seluruh pesawat Korut itu adalah buatan Rusia.

Sementara Kim disebut memiliki sebuah pesawat kepresidenan Ilyushin Il-62- M yang disebut Chammae-1 yang sudah berusia 23 tahun. Pesawat ini dilaporkan mampu terbang sejauh hampir 10 ribu km tanpa harus mengisi bahan bakar. 

Wibawa Kim tentu akan anjlok bila tiba di Bandara Internasional Noibai, Hanoi, dengan pesawat uzur yang sudah tidak diproduksi lagi. Apalagi jika disandingkan dengan pesawat kepresidenan AS yang membawa Trump, Boeing 747-200 Airforce One, yang besar, megah, dan gagah. 

AYO BACA : Venezuela Dijuluki Korea Utara di Amerika Selatan

Maka jadilah kereta api sebagai pilihan. Kebetulan embahnya Kim Jong-un, yaitu Kim Il-sung, dan bapaknya, Kim Jong-il, juga selalu menggunakan kereta api setiap melawat ke Cina, Uni Soviet, atau negara-negara Eropa Timur. Dibuatlah citra Kim Jong-un mengikuti kebiasaan kedua pendahulunya serta bermakna lebih independen terhadap Cina, dengan tak lagi memakai pesawat B-747-400 Air China seperti ketika menghadiri KTT pertama dengan Trump di Singapura, 12 Juni lalu.

Kereta Berlapis Baja

9 tahun lalu, Kim Jong-il membuat enam rangkaian kereta api pribadi. Masing-masing rangkaian terdiri dari 90 gerbong berlapis baja dan cukup mewah. Kereta itu dilengkapi dengan peralatan komunikasi modern, seperti telepon satelit yang memungkinan sang pemimpin memberi pernyataan atau mengeluarkan perintah. Salah satu kereta itulah yang dipakai Kim Jong-un menuju Vietnam.

Keberangkatan Kim dan rombongan dari stasiun kereta api Pyong pada Sabtu (24/2/2019), disiarkan Korean Central Television (KRT) selama dua menit 9 detik, serta dilaporkan media cetak dan televisi Barat. Terlihat ratusan pria bersetelan jas lengkap dan perempuan yang mengenakan pakaian tradisional mengelu-elukan keberangkatan Kim sambil melambai-lambaikan bunga. Kim juga menyalami deretan petinggi Korut sebelum memasuki keretanya yang berwarna hijau zaitun dengan strip kuning di sepanjang gerbong.

Iring-iringan kereta itu terdiri dari tiga rangkaian. Rangkaian pertama merupakan kereta awal yang berisi tim pemeriksa kelayakan rel dan keamanan sekitar. Sekitar 20 menit hingga satu jam kemudian, rangkaian itu diikuti rangkaian kedua yang terdiri dari sepuluh gerbong yang membawa Kim dan delegasi inti.

Rangkaian ketiga berisi beberapa gerbong yang membawa logistik, peralatan komunikasi, staf, dan pasukan keamanan Korut. Dikabarkan, salah satu gerbong memuat Mercedes Benz milik sang pemimpin yang oleh Trump dijuluki  ‘The Rocket Man' itu.

AYO BACA : Venezuela Duri di Sepatu Washington

Meski demikian, isi lengkapnya dari ketiga rangkaian kereta itu sangat dirahasiakan. Kemungkinan dalam kereta juga tersedia fasilitas hiburan. Kim dikenal senang menonton film kartun, main basket, menyaksikan dan mendengar lagu-lagu Kpop, merokok, minum sake, minum alkohol seperti Hennessy Cognag, menyesap kopi Brasil, makan keju Emmental dari Swiss, Kaviar dari Iran, dan wagyu dari Kobe. Semoga ia juga suka dombret dan nasi jamblang.

Disambung dengan Mobil

Entah bagaimana rasanya 60 jam berada di dalam kereta. Dengan kondisi badan pegal, lemah, dan lesu, mayoritas rombongan Kim akan melanjutkan perjalanan dari Stasiun Dong Dang, di perbatasan Cina-Vietnam, pada Selasa (25/02/2019) menuju Hanoi sejauh 170 km dengan menggunakan mobil. Ada tiga pilihan tempat menginap dan lokasi KTT Kim-Trump di Hanoi, yaitu Hotel Melia, Hotel Metropole, dan Wisma Negara.

Hasil KTT pertama menunjukkan kedua negara masih bersikeras pada posisi masing-masing, namun kali ini KTT dinilai harus memberi konsesi guna menghidupkan pertemuan-pertemuan berikutnya. Dalam mengambil keputusan, Kim sudah barang tentu tak bisa mengabaikan aspirasi  Rusia dan terutama Cina sebagai pendukung utama. Inilah yang membuat pertemuan Trump dan Kim menarik.

Seperti biasa, tuan rumah berharap dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari peristiwa akbar ini. Diperkirakan 6.500 wartawan asing akan meliput KTT kedua Trump-Kim yang akan diselenggarakan pada 27-28 Februari ini. Mereka sudah datang jauh-jauh hari. Alhasil, produk konsumsi bertambah dan nama Vietnam mendunia.

Samsung Display Co. Ltd juga kebagian rezeki. Kim dikabarkan akan mengunjungi pabriknya yang bernilai 2,5 miliar dolar AS di kawasan industri Yen Phong di Provinsi Bac Ninh. Pemimpin Korut juga dijadwalkan meninjau pabrik Samsung yang lain di Provinsi Quang Ninh.

Farid Khalidi
 

AYO BACA : KTT AS- Korea Utara: Trump Akan Rangkul Hanoi, Membendung China

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar