Yamaha Mio S

Pemkot Bandung Siap Dukung Samsat J'bret

  Jumat, 22 Februari 2019   M. Naufal Hafizh
Wali Kota Bandung Oded M. Danial. (Humas Setda Kota Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggenjot pendapatan dari sektor pajak. Salah satu strateginya yakni dengan memperkuat peran kewilayahan mendorong para wajib pajak agar melaksanakan kewajibannya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial saat menerima audiensi dari Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). Dalam pertemuan ini, Oded membahas penguatan kolaborasi untuk mendukung inovasi Samsat Jawa Barat Ngabret (J'Bret).

"Pajak itu poinnya ada di kewilayahan. Kalau kewilayahan bagus komunikasinya Insyaallah bagus. Maka di kewilayahan ini akan kita perkuat terus," kata Oded, Jumat (22/2/2019), seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Samsat J'Bret yakni sistem pembayaran pajak kendaraan melalui jaringan elektronik seperti ATM, SMS dan BJB Digi yang telah bekerja sama dengan bjb seperti toko modern (Indomart dan Alfamart), e-commerce (bukalapak dan tokopedia), financial technology (Kaspro), serta Payment Point Online Bank (PPOB).

AYO BACA : bjb T-Samsat Jawab Wacana Penghapusan Kendaraan Tidak Bayar Pajak

Oded memaparkan, dengan adanya inovasi pembayaran tersebut, masyarakat jangan hanya puas dengan sosialisasi saja. Namun, sambung dia, mesti diiringi dengan edukasi agar masyarakat memanfaatkan Samsat J'Bret saat membayar pajak.

"Membangun negara ada dua hal penting, pertama hadirkan keadilan pada masyarakat. Kedua berupaya on the track dalam aturan. Saya yakin masalah yang muncul masalah pajak karena ada yang tidak sesuai aturan," ujarnya.

Oded menambahkan, pemerintah tidak hanya memikirkan menarik pajak saja, namun harus turut memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat dengan menjalankan sistem sesuai aturan.

"Pajak apa pun perlu ada keberanian dan political will dari pemerintah. Mari kita sama-sama berkolaborasi menjadikan pemerintahan yang bersih," imbuhnya.

AYO BACA : Tim Samsat Jabar dan bank bjb Resmi Luncurkan Samsat J'bret

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bandung II Maulana Indra Wibawa mengungkapkan, potensi pendapatan pajak dari Kota Bandung merupakan terbesar di Jawa Barat. Dengan demikian, bagi hasil pun kerap mendapatkan jumlah paling banyak. Karenanya, kolaborasi untuk mendongkrak pembayaran pajak juga harus terus diperkuat.

"Memang secara kewilayahan pekerjaan kita ada di Kota Bandung sehingga kita kerja sama dalam sosialisasi penguatan penagihan yang belum membayar pajak. Intinya kan dalam rangka hasil penerimaan ini ada bagi hasil dengan Pemkot Bandung," ucap Indra.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, ada lima item pajak provinsi yang dibagihasilkan kepada kota atau kabupaten, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan porsi provinsi 70 persen dan kota 30 persen dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) memiliki porsi sama.

Kemudian, Paja Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dibagi 30 persen untuk provinsi dan 70 persen untuk kota, lalu pembagian yang serupa pada Pajak Rokok. Sementara itu, Pajak Air Permukaan dibagi rata antara provinsi dan kota masing-masing mendapatkan 50 persen.

"Kalau kolaborasi ini bagus juga bagi hasilnya bisa besar. Untuk Kota Bandung bagi hasil 2019 ini targetnya Rp826 miliar, sebelumnya bagi hasil kita itu Rp803 miliar," ungkap Indra.

Menurut Indra, peningkatan target bagi hasil juga tidak terlepas dari pertumbuhan potensi pajak di Kota Bandung. Sebagai indikatornya, bisa dilihat dari penambahan kendaraan roda dua dan roda empat yang mencapai 170 ribu unit per tahun.

"Potensi pertahun atau tahun kemarin itu kendaraan jumlahnya 1,7 juta unit. Nah, rata-rata pertumbuhan per tahunnya itu sekitar 10 persen," katanya.

AYO BACA : bank bjb Siap Gembleng Potensi Wajib Pajak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar