Yamaha Mio S

Rawan Bencana, Kabupaten Bandung Andalkan Pekerja Sosial dari Luar

  Jumat, 22 Februari 2019   Mildan Abdalloh
Warga tengah membersihkan tanah dan lumpur akibat tebing ambrol di Kampung Patrol, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kamis (21/2/2019) malam. (Istimewa).

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana, baik longsor, banjir, maupun angin puting beliung.

Meski demikian, untuk penanganan bencana di luar kedaruratan, Kabupaten Bandung masih mengandalkan pekerja sosial dari pihak luar.

AYO BACA : 26 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Bencana Longsor

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana mengatakan, pekerja sosial di Kabupaten Bandung saat ini masih minim. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan pihak luar.

"Selama ini yang sudah terbangun untuk mendatangkan Peksos ini dengan STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial)," tutur Nina,Jumat (22/2/2019).

AYO BACA : Antisipasi Bencana di Jawa Barat

Peksos dari STKS, biasa turut dalam membantu menyelesaikan masalah sosial di masyarakat, termasuk bencana.

"Jika ada bencana besar, biasanya banyak komunitas yang turut membantu untuk trauma healing," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran dalam kaitan penanganan masalah kejiwaan.

"Untuk masalah kejiwaan, karena harus ditangani ahli, jadi kami kerjasama dengan Unpad. Memang Tagana yang ada di bawah kami sudah dilatih, tapi mereka belum ahli," tutupnya.

AYO BACA : Rawan Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Kekurangan Personel

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar