Yamaha Mio S

Kasus Kekerasan Anak Masih Marak, Pelaku Biasanya Orang Dekat

  Jumat, 22 Februari 2019   Anya Dellanita
Seorang anak korban kekerasan sedang diberikan pertolongan menyembuhkan trauma (Dok KPA)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COMĀ -- Dalam setahun terakhir ini, kasus kekerasan pada anak di Jawa BaratĀ cenderung mengalami peningkatan. Menurut Ketua Komnas Pelindungan Anak (KPA) Korwil Jawa Barat, Diah Puspitasari Momon, meskipun data akuratnya belum terekap, namun terlihat adanya kecenderungan peningkatan.

"Menurut saya sebagai pegiat PA (perlindungan anak), peningkatan itu entah karena memang kasus bertambah banyak atau karena masyarakat sudah sadar untuk melaporkan kasus kekerasan yang dulu malu atau takut," ujar Diah, saat dihubungi ayobandung.com, Kamis, (21/2/2019).

AYO BACA : Indonesia Peringkat Tertinggi untuk Kasus Kekerasan Anak di Sekolah

Diah mengungkapkan, kasus kekerasan yang paling sering terjadi pada anak adalah kekerasan seksual, seperti pencabulan dan perkosaan. Sebagian besar korban adalah anak perempuan. Meski demikian, tak sedikit juga anak laki-laki yang turut menjadi korban.

Menurutnya, pelaku kekerasan terhadap anak kebanyakan adalah orang terdekat korban. Oleh karena itu, ia mengimbau para ibu atau orangtua untuk bisa memberikan perhatian lebih kepada anaknya.

"Masih banyak pelaku yang sebenarnya dekat sama korban, kayak ayah atau pamannya sendiri," kata Diah.

AYO BACA : Heboh, Kekerasan di Lampu Merah Resahkan Warga Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar