Yamaha

Ini Alasan Penghentian Sementara Pembangunan Hotel di Kota Bogor

  Jumat, 22 Februari 2019   Netizen
Ilustrasi hotel. (Pixabay)

Ketika mendengar Kota Bogor, yang terlintas di benak adalah Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, aneka jajanan kuliner, angkot, atau gedung-gedung hotel yang semakin padat di pusat kota. Pemandangan bangunan hotel di sekitar Kebun Raya Bogor memang jauh lebih “ramai” dibanding 10 tahun terakhir. Hal ini tidak mengherankan karena Kota Bogor sebagai penyangga ibu kota DKI Jakarta merupakan salah satu tujuan wisata yang memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan yang menginap, usaha jasa akomodasi menjadi salah satu kegiatan ekonomi alternatif yang cukup menjanjikan di Kota Bogor. Hal ini dapat terlihat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, sektor pariwisata memberikan kontribusi positif terhadap PAD Kota Bogor dan rata-rata kontribusinya mencapai 26 persen.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan BPS Kota Bogor, saat ini Kota Bogor memiliki 82 usaha akomodasi yang terdiri atas 41 unit hotel bintang dan 41 unit hotel nonbintang. Jumlah ini meningkat pesat dibanding tahun 2016 yang hanya memiliki 57 usaha akomodasi.

Dengan jumlah tersebut, Kota Bogor menempati posisi kedua dengan jumlah hotel bintang terbanyak setelah Kota Bandung dalam skala Provinsi Jawa Barat.

AYO BACA : Pemkot Bandung Segel Hotel Sheo Ciumbuleuit

Dari 41 unit Hotel bintang terdapat 4.677 kamar yang tersedia dengan ketersediaan tempat tidur sebanyak 7.463 unit. Menurut klasifikasinya, hotel bintang tersebut terbagi menjadi hotel bintang empat sebanyak 15 unit, bintang tiga 17 unit, bintang dua 7 unit, dan bintang satu 2 unit.

Dari sisi lokasi, mayoritas hotel bintang (51,3 persen) berada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah atau lingkar Kebun Raya Bogor, yang merupakan pusat kota dan pemerintahan Kota Bogor. Wilayah tersebut dekat dengan destinasi wisata, pusat perbelanjaan maupun pusat kuliner yang banyak dikunjungi wisatawan. Sejak tahun 2015 di kawasan tersebut terdapat penambahan jumlah hotel bintang empat sebanyak 4 hotel dan hotel bintang tiga sebanyak 3 hotel.

Banyaknya hotel bintang di Kota Bogor dilatarbelakangi oleh tingkat penghunian kamar hotel bintang di Kota Bogor yang cukup tinggi. Angka TPK menunjukkan suatu akomodasi diminati oleh pengunjung atau tidak. Dengan begitu, dapat dilihat suatu daerah masih kurang keberadaan akomodasi atau tidak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.

Pada publikasi Tingkat Penghunian Kamar Hotel Jawa Barat 2017 yang dirilis BPS Provinsi Jawa Barat, tercantum bahwa TPK Hotel bintang di Kota Bogor tahun 2017 mencapai 89,09 persen, naik sebesar 20,79 poin dibanding tahun 2016.

AYO BACA : Menikah Romantis dan Hemat di Metro Indah Bandung Hotel

Makna angka tersebut adalah rata-rata jumlah kamar yang dipakai setiap malam pada seluruh hotel berbintang tahun 2017 adalah sekitar 89 kamar dari 100 kamar yang disediakan. Angka ini menjadikan Kota Bogor menduduki peringkat pertama TPK se-Jawa Barat.

Begitu pesatnya pertumbuhan hotel di Kota Bogor dengan lahan yang terbatas menjadikan Pemkot Bogor memutuskan langkah untuk mengerem pertumbuhan hotel, di antaranya dengan mengeluarkan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan hotel sejak tahun 2015 kecuali untuk proyek-proyek yang sudah berjalan.

Selain itu, orientasi pembangunan kota juga akan diarahkan ke pinggiran kota agar tidak terkonsentrasi di pusat kota dan penerapan konsep pembangunan Kota Bogor menuju tiga identitas daerah, yakni Kota Pusaka (Heritage City), Kota Hijau (Green City), dan Kota Pintar (Smart City).

Dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Bogor tersebut diharapkan lirik lagu Kota Bogor yang sering dilantunkan sejak kecil tidak hanya menjadi nyanyian belaka namun dapat selalu dirasakan seperti itu, “Bogor kota indah sejuk nyaman bagai bunga di dalam taman s’lalu disinggahi wisatawan”.

Yuni Suci Kurniawati, S.Si

Statistisi Pertama BPS Kota Bogor

AYO BACA : Menjaga Warisan Bangsa dalam Bogor Street Fest CGM

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar