Yamaha Lexi

Menanti Ponsel Penyandang Teknologi G5

  Jumat, 22 Februari 2019   Dadi Haryadi
(Pixabay.com)

Awal mulanya, ponsel yang terkenal adalah Nokia Pisang karena bentuknya seperti pisang. Deringnya seperti memberi kebanggaan tersendiri karena masih banyak yang belum punya. Ponsel menjadi status simbol walaupun suaranya tersendat-sendat karena base transceiver station (BTS) masih jarang.

Makin lama ukuran Ponsel makin kecil dan tidak lagi menggunakan antena. Kendati kecil, kegunaannya bertambah bukan cuma alat berkomunikasi antara dua pihak tetapi dilengkapi berbagai fitur atau aplikasi.

Pabrikan dengan cerdik memproduksi hp yang sesuai dengan selera konsumen. Mulai dari postur yang makin ramping,warnanya beragam, layar makin lebar dan jernih. Papan ketiknya bisa dipakai untukbermacam keperluan. Ponsel atau hp sudah seperti komputer atau laptop seukuran telapak tangan.

Rayuan disainer, pabrikan, operator dan provider begitu halus, membuat konsumen mau menghabiskan banyak uang. Demi merk Vertu Signature Diamond, konsumen mau membeli dengan harga sampai Rp1,1 miliar. Vertu Signature Touch for Bentley Rp121 juta, Falcon Supernova Pink Diamond iPhone US$6 - 95,5 juta sedangkan Oppo Rp1,8 juta dan  IPHONE 8Plus Rp475.800 per unit.

Mahal terkait dengan fasilitas yang diberikan. Tampilannya OK ada permata atau miniatur ular kobra terbuat dari emas. Anti sadap, dapat menunda keberangkatan pesawat, memesan tiket sandiwara di Broadway, New York, makan malam dengan artis beken dan lain-lain.

HP murah juga banyak menyediakan fasilitas namun umumnya standar saja. Yang standar pun sudah canggih seperti mengetahui posisi  pesawat  Kang Adi yang sedang terbang dari Kuala Lumpur ke Kerta Jati. Uniknya, konsumen ponsel mahal atau murah mempunyai kesamaan....baterainya harus awet.

AYO BACA : Sambut 5G, Indonesia Harus Lakukan Ini

Menanti Teknologi G5

Kini, para pengguna tengah menunggu kehadiran ponsel cerdas (smartphone) yang menyandang standar teknologi operasi komunikasi seluler G5 atau generasi kelima. Suatu versi yang membuat ponsel penyandang G5, lebih baik dan lebih cepat dari ponsel berteknologi G4. Ponsel ini diperkirakan muncul pada 2020 tetapi tidak mustahil bakal hadir tahun ini juga.

Ponsel cerdas secara umum diartikan sebagai alat komunikasi yang tidak hanya untuk percakapan antar dua pihak , tetapi juga dapat mengirim surat elektronik antara lain dalam bentuk SMS atau WA, mengirim gambar diam atau bergerak bahkan bersuara (You Tube). Dari Ponsel cerdas itu pengguna dapat mengakses facebook, e-book, daftar restoran, e-banking dan banyak aplikasi lain yang nyatanya mampu memenuhi keinginan konsumen.

Ponsel generasi-generasi sebelumnya bisa juga disebut ponsel cerdas tetapi kecerdasannya terbatas. Secerdas anak TK, meningkat secerdas murid SMP, SMA, mahasiswa dan sarjana. Yang dinanti boleh jadi secerdas dan sehebat Doktor.

Sebegitu jauh belum ada standarisasi yang diungkapkan tentang teknologi G5, sekalipun sedikitnya 30 perusahaan sudah memberi kontribusi standarisasi tersebut. Mereka sebelumnya sudah melakukan hal yang sama ketika merancang standarisasi generasi ke tiga dan ke empat. Kontribusi tersebut antara lain berbentuk paten temuan-temuannya dan berapa harganya.

Riset dan pengembangan sudah mengarah agar ponsel penyandang teknologi G-5 memiliki kapasitas dan kecepatan dalam hubungan dengan televisi, media, pabrikan, perawatan kesehatan, telekomunikasi, transportasi dan infrastruktur. Kelak ponsel misalnya, dapat berhubungan dengan kondisi rumah dan segala isinya, apakah ada kebocoran gas atau tidak pengguna sebagai.

AYO BACA : Kemenkominfo Bakal Uji Coba 5G di Ajang Asian Games

Presiden Direktur Qualcomm Cristiano Amon pernah menytakan, teknologi G5 akan mengkaitkan segalanya sebagaimana yang dibayangkan dalam prinsip Internet of Things serta berlaku setiap waktu. Kami harap ponsel berbasis Android yang menyandang teknologi G5 muncul tahun 2019.

Data akan dikirimkan melalui gelombang radio yang akan terbagi dalam frekuensi-frekuensi yang berbeda, sesuai dengan keperluan. Seratus kali lebih cepat dalam mengirimkan data dibanding ponsel G4. Adapun transportasi data per telepon memiliki kecepatan satu mili detik.

Manfaat

Kemajuan teknologi komunikasi akan membawa manfaat positif maupun negatif, tergantung kemampuan memilah dari pengguna peralatan. Mereka yang berminat mendapatkan ilmu pengetahuan maka ponsel, komputer atau laptop merupakan ‘telaga’ yang amat luas dan tak pernah kering. Ia juga menyediakan peluang untuk memperoleh rezeki, sebagaimana yang terjadi dengan para youtuber dan pebisnis yang andal.

Sebaliknya, teknologi canggih ini akan menjadi penghancur moral dan adab ketimuran. Film-film atau segala sesuatu yang bercorak sadis dan lain-lain dengan mudah menyelinap ke kamar-kamar pribadi. Kemudian yang perlu dianalisis lebih lanjut adalah bagaimana perannya dalam mendukung bisnis secara daring.

Buat konsumen pilihlah ponsel yang sesuai keperluan. Bila perlu beli ponsel yang murah tapi bermanfaat, walaupun akan lebih banyak disembunyikan di saku karena tak mendukung gengsi.

Farid Khalidi

AYO BACA : Alasan untuk Berpindah ke Teknologi 5G

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar