Yamaha Aerox

Debat Capres Ketiga Diharapkan Steril dari “Tim Hore”

  Kamis, 21 Februari 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi Pilpres 2019.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, telah melakukan evaluasi debat calon presiden (capres) putaran kedua, pada Rabu (20/2/2019). Anggota DPD RI Fahira Idris meminta pada debat ketiga nanti arena debat bisa steril dari keberisikan para pendukung atau 'tim hore' dari kedua pasangan calon (paslon).

Senator DKI Jakarta ini mengungkapkan, beberapa hari seusai debat kedua, beredar video keriuhan dan saling sahut bahkan saling ejek antarpendukung paslon presiden nomor urut 01 dan 02 di sela-sela waktu jeda. Bahkan, saat debat sedang berlangsung, masyarakat melalui tayangan televisi mendengar dengan jelas beberapa kali terjadi suara keriuhan para pendukung pada saat paslon sedang memaparkan pandangannya.

Suasana tidak kondusif seperti ini menurut Fahira sangat disayangkan dan KPU harus memastikan tidak lagi terulang pada debat capres putaran ketiga yang akan digelar pada 17 Maret 2019.

“Saya berharap debat ketiga nanti steril dari keriuhan para pendukung. Kami yang menonton debat lewat televisi terganggu dan saya rasa kedua paslon yang berada di atas panggung juga terganggu. KPU bisa fasilitasi para pendukung ini nonton bareng di luar arena debat," kata Fahira dalam siaran persnya yang diterima ayobandung.com.

"Silakan kalau mereka mau sahut-sahutan asal jangan di dalam arena debat. Kami rakyat Indonesia yang paling berkepentingan menyaksikan debat ini, bukan tim sukses,” ungkapnya.

AYO BACA : Fahira Idris Minta Jokowi Klarifikasi Data tak Akurat Saat Debat

Menurut dia, yang paling berkepentingan menonton langsung atau diundang dalam forum debat pilpres adalah perwakilan kelompok masyarakat atau mereka yang sehari-hari bergelut di bidang-bidang yang menjadi tema debat. Namun, selama dua kali debat berlangsung ruangan debat dinilai lebih didominasi oleh kedua pendukung paslon.

Pada debat ketiga nanti, lanjut Fahira, jumlah tim sukses yang boleh barada di dalam ruangan debat harus sangat dibatasi. Penonton harus didominasi masyarakat yang fokus terhadap isu yang diangkat saat debat ketiga yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Fahira meminta KPU lebih banyak mengundang perwakilan organisasi guru dan guru honorer, organisasi tenaga kesehatan, serikat pekerja, dan mereka-mereka yang fokus dalam kegiatan sosial dan budaya. Mungkin, kata dia, di dua debat sebelumnya pihak tersebut sudah diundang, tetapi jumlahnya terlalu sedikit.

“Undang BEM seindonesia. Undang siswa dan mahasiswa berprestasi. Undang dokter dan tenaga kesehatan yang mengabdi di pulau terpencil. Undang para pelaku UMKM yang sudah membuka banyak lapangan kerja. Undang para pegiat literasi, dan lainnya," ujar dia.

"Fasilitasi mereka agar dapat langsung melihat calon pemimpinnya memaparkan gagasannya. Mereka-mereka ini yang harus memenuhi ruang debat. Mereka ini yang harus ditatap matanya oleh capres dan cawapres, bukan tim sukses dan pendukung,” papar Fahira.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar