Yamaha

Start Up Ini Bantu Rawat Citarum Lewat Aplikasi Pemantau Pohon

  Selasa, 19 Februari 2019   Nur Khansa Ranawati
Developer Jejak.In, Fuad Hamidan. (Nur Khansa/ayobandung).

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Pembentukan satuan tugas (Satgas) Citarum Harum, kelompok gotong royong bebersih Sungai Citarum dari berbagai elemen masyarakat Jabar tidak hanya diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi atau komunitas pecinta lingkungan saja.

Sekelompok anak muda yang bekerja dengan basis teknologi informasi dan Artificial Intelegence (AI) juga ikut membaktikan tenaganya dalam menjaga kebersihan Citarum.

Salah satunya adalah Jejak.in, sebuah sistem yang dikembangkan start-up Nawatech untuk melakukan sensus atau pemantauan perangkat lunak dalam mengelola tumbuh kembang pohon dan tanaman. Sistem ini, mampu mendeteksi apakah suatu pohon pada lahan tertentu berhasil tumbuh dengan baik atau tidak. 

Beberapa bulan lalu, Jejak.in tengah mencoba menerapkan aplikasinya tersebut pada lima ribu pohon kopi di 5 hektar lahan di area 0 km Sungai Citarumi. Pihak TNI turut membantu proses pemantauan pohon-pohon tersebut.

"Untuk Citarum, kita bantu di hulu buat penanaman 5 hektar tanaman kopi, prosesnya lewat plotting area. Di area tersebut kami beri tag (penanda lewat barcode) yang akan dipantau oleh care taker yaitu TNI," jelas Developer Jejak.In, Fuad Hamidan saat ditemui di acara Expo Citarum di Soreang, Selasa (19/2/2019).

Adapun hal-hal yang dipantau lewat aplikasi tersebut meliputi tumbuh kembang pohon seperti tingkat kesehatan pohon, ada tidaknya hama yang menyerang, dan sebagainya. Nantinya, para care taker alias TNI yang diperbantukan akan melaporkan hasil assesment kesehatan pohon lewat aplikasi khusus yang terhubung dengan Jejak.in pusat. 

"Di dashboard Jejak.in akan kelihatan kita menanam berapa pohon di wilayah mana, dan historis pohonnya pun bisa dicek. Bila kemarin-kemarin suatu pohon baik-baik saja, tapi tiba-tiba terkena hama, jadi bisa diketahui ada hama di daerah mana," jelasnya.

Alhasil, pohon-pohon yang tidak tumbuh dengan maksimal atau terserang penyakit dapat ditangani lebih cepat. Salah satu hal yang mendasari dibuatnya aplikasi ini, Fuad menerangkan, adalah untuk menghindari kesia-siaan program penanaman ribuan pohon yang kerap dilaksanakan sejumlah perusahaan-perusahaan besar karena pertumbuhan tiap-tiap pohon yang diabaikan. 

"Kita sering dengar program menanam 1000 pohon di hulu Citarum kemudian nanti diadakan program serupa, lantas kemana 1000 pohon yang dulu? Dengan ini bisa terpantau," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar