Yamaha NMax

Dalam Dua Pekan Polrestabes Bandung Tangkap 20 Orang Terkait Narkoba

  Selasa, 19 Februari 2019   Faqih Rohman
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema. (Anggun Nindita/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sat Narkoba Polrestabes Bandung berhasil menangkap 20 orang terkait kasus Narkoba selama dua pekan di awal bulan Februari ini. Sebanyak ratusan gram sabu dan ratusan butir pil ekstasi ikut diamankan dalam penangkapan itu.

"Dalam kurun dua minggu terakhir ini, dari tanggal 1 sampai 14 Februari Sat Narkoba Polrestabes Bandung berhasil mengungkap penyalahgunaan Narkoba," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, Selasa (19/2/2019).

Irman mengatakan, 20 orang yang ditangkap itu terdiri atas delapan orang pengedar, tiga orang kurir, dan sembilan orang pengguna atau pemakai. Mereka ditangkap di tempat yang berbeda, yakni di apartemen, jalan umum, kosan atau kontrakan, dan rumah. 

"TKP-nya berbeda-beda ada yang di wilayah Jalan Soekarno Hatta, Jalan Ibrahim Adjie, dan Jalan Moch. Toha Kota Bandung," katanya. 

Dia menyebutkan, dari tangan para pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti di antaranya  201,03 gram sabu, 255 butir pil ekstasi, 75 butir pil zyprax, dan 100 butir pil mersi. "Dari pengedar kami amankan 100,03 gram sabu, 255 butir ekstasi dan 175 psikotropika, lalu dari kurir 80 gram sabu, dan pengguna 21 gram sabu," ungkapnya.

Irman menjelaskan, modus yang digunakan oleh para pengedar ataupun kurir itu adalah dengan cara menempelkan barang haram tersebut di suatu tempat yang dianggap aman. Mereka kemudian berkomunikasi dengan calon pembeli dengan menggunakan ponsel. 

Atas perbuatannya, para pengedar atau kurir dikenakan Pasal 114 Junto 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana minimal enam tahun maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp10 miliar. Sedangkan untuk pengguna dikenakan Pasal 112 Junto 127 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan paling lama 12 tahun dan denda minimal Rp1 miliar. 

"Secara keseluruhan kami dapat menyelamatkan sebanyak 1.500 jiwa dari ancaman bahaya Narkotika," taambah Irman.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar