Yamaha Mio S

Pemain Persib Meriahkan Santunan Yatim di Sekolah Pribadi

  Senin, 18 Februari 2019   Adi Ginanjar Maulana
Sejumlah pemain Persib hadir dalam acara santunan yatim di Sekolah Pribadi Kota Bandung pekan lalu.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Sejumlah pemain Persib hadir dalam acara santunan yatim di Sekolah Pribadi Kota Bandung pekan lalu.

Kegiatan ini mengangkat tema Lifelong Education for Better Future memberikan terobosan baru dalam membantu anak-anak yatim dalam memberi pembekalan keterampilan yang bisa bermanfaat untuk masa depan.

Selain memberikan hadiah dan bantuan langsung kepada anak-anak yatim program ini juga menawarkan kursus yaitu bimbingan belajar persiapan ujian masuk perguruan tinggi, menjahit, patisserie, art,  setir mobil, reparasi komputer, graphic design, berenang, pangkas rambut, dan make over.

Pemain Persib yang hadir antara lain Kapten Supardi Nasir, penjaga gawang Deden Natshir, Dedi Kusnandar, Hariono, dan winger lincah Febri Haryadi.

Keempat pemain kunci Persib tersebut datang secara tiba-tiba tanpa informasi sebelumnya kepada para peserta, sehingga membuat para peserta bersorak, terkejut bahagia. Tidak luput secara spontan yel-yel Persib menggema di Aula Sekolah Pribadi Bandung.

Wendi dari Al-Multazam Bandung merasa sangat terharu, mencoba maju menerobos panitia untuk melakukan swafoto.

Manajer Persib Umuh Muchtar sebelumnya hadir dalam acara tersebut dan memberikan secara simbolis paket hadiah kepada anak yatim.

Beberapa menit kemudian disusul kehadiran empat pemain inti yang langsung memperagakan juggling di panggung.

Selanjutnya mereka menandatangani langsung empat bola yang telah disediakan panitia, dan kemudian dihadiahkan kepada anak-anak yatim pilihan mereka.

Tentu hal ini semakin membuat histeris seisi ruangan, yang mana semua peserta berharap mendapatkan bola bertandatangan pemain sebagai memorabilia.

 “Program santunan yatim sangat penting dan selaras dengan kurikulum pendidikan, yang mana secara langsung mengajak seluruh siswa dan orang tua siswa untuk menumbuhkan jiwa berbagi dan tanggung jawab sosial. Sudah menjadi keniscayaan kita musti senantiasa dekat dengan anak yatim, karena mereka adalah amanah dalam kehidupan dan mereka adalah hamba yang dicintai Allah,” Kata Kepala Sekolah Sekolah Pribadi, Rahmat Hidayat.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar