Yamaha Lexi

Bupati Bandung Ajak Kaum Milenial Tertib Berlalu Lintas

  Minggu, 17 Februari 2019   Mildan Abdalloh
Komunitas antusias mengikuti MRSF keenam, dari rangkaian 22 titik di seluruh wilayah Jawa Barat (Jabar), yang digelar di Stadion si Jalak Harupat (SJH) Kutawaringin, Minggu (17/02/2019).

KUTAWARINGIN, AYOBANDUNG.COM--Rangkaian Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang ditandai dengan pataka relay, kali ini berada di Kabupaten Bandung.

Ribuan orang dari berbagai komunitas antusias mengikuti MRSF keenam, dari rangkaian 22 titik di seluruh wilayah Jawa Barat (Jabar), yang digelar di Stadion si Jalak Harupat (SJH) Kutawaringin, Minggu (17/02/2019).

Bupati Bandung Dadang Naser, yang turut hadir dalam event tersebut, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas menuju Indonesia gemilang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, saya mengucapkan terima kasih dan menyambut baik MRSF di Kabupaten Bandung ini. Mari sama-sama kita jadikan generasi milenial sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Kaum milenial atau penduduk usia produktif, menurutnya merupakan potensi dan investasi bagi bangsa di masa yang akan datang. Data dari Polres Bandung menunjukkan, 69% angka kecelakaan di Kabupaten Bandung dialami penduduk usia produktif, yaitu antara 17 - 35 tahun.

“Sungguh disayangkan, jika penduduk usia produktif rentan mengalami kecelakaan. Untuk itu mereka harus didorong dan diedukasi, agar paham tentang aturan-aturan berlalu lintas dan ke depannya bisa mengurangi angka kecelakaan,” imbuhnya.

Salah satu faktor kecelakaan lalu lintas, didahului oleh pelanggaran. Di samping itu, masyarakat banyak yang memiliki kendaraan bermotor, namun mengesampingkan kelengkapan saat berkendara.

“Sebelum berkendara lengkapi surat-suratnya dan cek juga kelengkapan kendaraannya. Saat berada di jalan, patuhi aturan-aturan lalu lintas, jaga kesantunan, jangan sampai mengambil jalan yang menjadi hak pengguna lainnya,” Dadang mengingatkan.

Selain itu dirinya juga mengimbau, khususnya kepada para orang tua, agar tidak mengizinkan anaknya yang belum cukup umur untuk berkendara. “Salah satu contoh, anak sekolah belum cukup umur, belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tetapi orangtuanya membiarkan mereka berkendara. Ditambah lagi tanpa helm dan bonceng tiga, ini bisa membahayakan diri dan orang lain,” pungkas Dadang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar