Yamaha Aerox

2.463 Kotak Suara Rusak di Jawa Barat

  Jumat, 15 Februari 2019   Dadi Haryadi
Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah (tengah). (Dadi Haryadi/ayobandung).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar menemukan banyak kekurangan dan kerusakan logistik Pemilu 2019. Salah satunya ada kekurangan 6.708 kotak suara, dan sebanyak 2.463 kotak suara dinyatakan rusak.

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan pihaknya melakukan pengecekan logistik Pemilu 2019 pada 28 Januari hingga 6 Februari 2019 di 27 kabupaten/kota.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan logistik tepat jumlah, jenis, sasaran, waktu, kualitas dan efisien. Berdasarkan hasil pengawasan, ditemukan sejumlah kekurangan dan kerusakan perlengkapan penyelenggaraan pemilu.

"Kami menyisir kondisi kotak suara yang merupakan salah satu instrumen penting Pemilu. Ada 6.708 kotak suara belum dikirim. Selain itu, 
ada 2.463 kotak suara rusak yang sebagian besar terjadi di gudang logistik di Kabupaten Cirebon," ujarnya di kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Jumat (15/2/2019).

Dia menjelaskan masalah kerusakan dan kekurangan kotak suara tersebut perlu diperhatikan serius oleh KPU karena merupakan salah satu alat kelengkapan penting penyelenggaraan pemilu. Adapun penggantian kotak suara yang rusak harus dilakukan sebelum pendistribusian ke tingkat kecamatan.

Meski masih tersedia kotak suara almunium hasil Pemilu 2014 lalu, namun tidak bisa menjadi pengganti kotak suara rusak. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017 pasal 341 Jo pasal 7 ayat (1) serta PKPU 15 Tahun 2018, yang menyebut kotak suara untuk pemungutan harus bahan karton kedap air, pada satu sisinya bersifat transparan.

Pihaknya juga mengimbau agar tidak menggunakan gudang dengan kondisi lembab dan mudah rembes air sehingga rawan terjadi kerusakan terhadap logistik Pemilu.

"Kotak suara rusak karena tempat penyimpanan (gudang) tidak sesuai dengan ketentuan. Juga tidak tersedia kantong plastik besar untuk melindungi kotak suara," kata Abdullah.

Selain kotak suara, Bawaslu Jabar juga menyoroti segel yang berbahan tipis sehingga mudah robek. Tidak hanya itu, kualitas cetakan segel juga mudah luntur.

Menurutnya, kualitas segel Pemilu 2019 tidak lebih baik dibandingkan kualitas segel Pilgub 2018.

"Selain menyoroti kualitas segel, kami juga mencatat ada kekurangan 1.522.080 segel," pungkas Abdullah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar