Yamaha Lexi

Berita Pilihan: Viral Video Pelecehan Beruang Madu Hingga Identifikasi Jasad Korban Mutilasi Malaysia

  Jumat, 15 Februari 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi berita pilihan.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Redaksi ayobandung.com telah merangkum berita-berita pilihan yang terbit pada Kamis (14/2/2019). Akun Instagram Movement to End Animal Circuses in Indonesia pada Sabtu (9/2/2019) lalu mengunggah video yang menunjukkan aksi pelecehan seksual yang dilakukan seorang pawang sirkus terhadap seekor beruang madu bernama Bimo.

Selain itu, Mabes Polri menyatakan, dari hasil identifikasi, jasad korban mutilasi di Malaysia ternyata identik dengan Nuryanto, seorang pengusaha tekstik asal Baleendah, Kabupaten Bandung. Berikut berita selengkapnya:

Viral, Video Pelecehan Beruang Madu di Mall Cimahi

Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi pelecehan seksual terhadap seekor beruang madu. Beruang yang diketahui bernama Bimo tersebut mendapat perlakuan tak senonoh dari seorang pawang sirkus dalam sebuah pertunjukkan.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram Movement to End Animal Circuses in Indonesia pada Sabtu (9/2/2019) lalu ini nampak organ genital si beruang jantan disentuh oleh si pawang.

Tindakan yang dilakukan si pawang tersebut menuai respon negatif dari publik, tak terkecuali kelompok yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia. Mereka menyayangkan terjadinya peristiwa yang dialami Bimo.

Saya pikir itu perilaku tidak pantas. Karena dari tayangan video itu jelas, kalau dengar suaranya itu by design. Itu menurut saya jelas pelecehan seksual terhadap beruang Bimo, kata Koordinator Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia, Marison Guciano saat dihubungi ayobandung.com, Rabu (13/2/2019).

Terkait video tersebut, Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia menggalang aksi protes pada Kamis (14/2/2019). Mereka hendak menyuarakan kecaman terhadap aksi yang dilakukan si pawang.

Itu menurut saya kekerasan seksual terhadap beruang. Karena beruang ini tidak bisa berbicara, melawan untuk dirinya sendiri, kita yang akan membantu dia bersuara, urainya.

Dituturkan Marison, kejadian yang menimpa Bimo sangat mungkin telah terjadi berulang-ulang. Sebabnya sekenario tersebut dicurigai kerap digunakan pengelola sirkus.

Dia juga menilai seharusnya spesies beruang madu bisa mendapat perlakuan yang lebih baik alih-alih menjadi objek pesakitan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990, beruang madu merupakan salah satu satwa dilindungi.

Hewan langka yang jumlahnya sudah sangat sedikit kemudian diperlakukan dengan cara seperti itu. Menurut saya persoalannya enggak hanya memalukan beruang, tapi juga memalukan kita sebagai bangsa, kata dia.

Dalam aksinya, Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia meminta Mal Cimahi untuk mencabut izin penyelenggaraan sirkus tersebut.

Mall Cimahi sudah menjadi bagian dalam kekerasan atau pelecehan yang terjadi kepada hewan-hewan ini. Jadi kami minta juga kepada Mall Cimahi supaya izin sirkus ini segera dicabut di tempat mereka, ungkap Marison.

Tak hanya mengecam mall Cimahi, mereka juga meminta pemerintah menutup seluruh aktivitas sirkus yang menjadikan hewan sebagai penampil.

Kita minta seluruh sirkus hewan ini ditutup atau pemerintah mengeluarkan keputusan untuk mengakhiri penggunaan hewan dalam setiap pertunukkan sirkus. Jadi kalau mau sirkus, ya orang aja silakan. Hewan enggak usah, ujar dia.

Dia menyebut praktik sirkus hewan yang ada di Indonesia saat ini tidak dikategorikan ilegal. Keberadaan sirkus hewan masih diperbolehkan karena berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7/1999 disebutkan bahwa hewan bisa dijadikan sarana edukasi dalam bentuk taman khusus ataupun kebun binatang.

Jadi hewan-hewan ini dianggap sebagai alat peraga satwa. Dan fungsinya adalah untuk edukasi salah satunya. Makanya dengan alasan edukasi inilah kemudian mereka berlindung. Bahwa ini legal. Tapi yang kita lihat, kan, ternyata itu bukan edukasi. Apanya yang edukasi kalau kejadian seperti itu, jelasnya.

Menurut Marison, satwa yang berada dalam sirkus bisa mengikuti perintah pawang karena ketakutan akan tiga hal, yaitu kelaparan, ketakutan, dan kesakitan. Oleh karena itu Marison menilai praktik sirkus yang selama ini dijalankan lebih berorientasi untuk menghasilkan profit ketimbang sebagai sarana edukasi.

Kita harap kejadian itu jadi momentum bagi semua pengelola sirkus untuk berhenti menggunakan hewan-hewan sebagai properti mereka, yang bisa dieksploitasi dan disalahgunakan, jelasnya.

 

Polisi Nyatakan Jasad Korban Mutilasi di Malaysia Identik dengan Nuryanto

Jasad korban mutilasi di Malaysia yang diduga warga negara Indonesia (WNI), dinyatakan identik dengan Nuryanto, warga Baleendah, Kabupaten Bandung. Hal tersebut diungkapkan dalam konferensi pers oleh Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte.

Ia mengatakan, Polri telah melakukan beberapa upaya untuk mengungkap identitas korban. Polisi juga telah berkoodinasi dengan polisi Diraja Malaysia mengenai proses identifikasi korban.

Kami dibantu polda jabar dan inavis, tutur Napoleon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Ketua Tim Pisat Inafis Mabes Polri Kombes Pol Yayat Ruhuyat Hidayat mengatakan dalam upaya pencarian identitas korban, pihaknya telah mendapat data sidik jari dari korban mutilasi di Malaysia. Setelah dilakukan pencarian dengan menggunakan AK 23 (alat pencari sidik jari digital yang terkoneksi dengan data KTP-el), telah ditemukan beberapa fakta.

Setelah proses pencarian, muncul identitas korban atas nama Nuryanto, tempat tanggal lahir Bandung 19 Januari 1982, jenis kelamin laki-laki, agama Islam, alamat Kampung Ciodeng Timur, RT 03 RW 08, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, ungkapnya.

Proses pencarian identitas tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan 10 sidik jari korban mutilasi di Malaysia. Ada enam yang dinyatakan identik dengan sidik jari Nurianto, ujarnya.

Enam sidik jari yang identik dengan Nuryanto adalah ibu jari  di tangan kiri, jari manis di tangan kanan, jari telunjuk di tangan kiri, jari kelingking di tangan kanan, dan jari tengah di tangan kiri. Kondisi badan memang tercecer, ucap Napoleon.

Dengan fakta-fakta yang ditemukan tersebut, maka hampir dipastikan korban mutilasi di Malaysia adalah Nuryanto.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar