Yamaha Aerox

Ridwan Kamil Janjikan Rp1 Miliar untuk Bangun Rumah Korban Longsor Cisolok

  Kamis, 14 Februari 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam program Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat di teras Gedung Pakuan, Kamis (24/2/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjanji akan mengirim bantuan hingga Rp1 miliar untuk membantu pembangunan rumah tinggal warga korban longsor di Cisolok, Sukabumi. Dana tersebut dialokasikan untuk menambal kekurangan biaya pembangunan 28 rumah dan lumbung padi (leuit) di kawasan Cisolok.

Masalah tersebut diungkapkan seorang perwakilan korban longsor Cisolok saat menghadiri program Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat di teras Gedung Pakuan, Kamis (24/2/2019).

Perwakilan warga tersebut mengatakan bahwa selama ini pihaknya mengalami kesulitan dalam pembangunan rumah dan relokasi kawasan permukiman. Selain kekurangan dana, pihaknya juga merasa hasil sejumlah rapat dan pertemuan dengan pejabat setempat belum berbuah hasil.

"Pascabencana warga yang selamat sudah direlokasi, tapi yang sulit itu membangun kembali rumah dan pemukiman. Saya sudah siapkan proposal singkat, tapi harus dibawa kemana, selama ini rapat terus tetapi keputusannya tidak pernah jelas," ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini, ke-28 rumah yang rusak terkena longsor sudah direlokasi, meskipun masih berada di zona merah. "Tapi mau kemana lagi," tambahnya.

AYO BACA : Breaking News: Longsor Dikabarkan Timbun 1 Kampung di Cisolok Sukabumi

Adapun rincian besaran biaya untuk membangun satu rumah adalah Rp50 juta. Sementara itu, untuk membangun satu lumbung padi dibutuhkan Rp10 juta. Dengan begitu, diperlukan Rp1,6 miliar untuk membangun keseluruhan permukiman relokasi. Saat ini sudah terkumpul dana Rp600 juta dari sumbangan masyarakat.

Seusai menyampaikan rincian tersebut, Emil memutuskan untuk menggunakan dana tak terduga dari APBD Jabar sebesar Rp1 miliar guna menutupi kekurangan dana pembangunan rumah dan lumbung padi. Meski demikian, Emil menilai hingga saat ini SOP penggunaan dana tersebut masih simpang siur. Rencananya, dana tersebut akan dicairkan minggu ini.

"Tolong di-followup, dari gubernur saja sisanya, karena kami ada dana tak terduga. Problemnya adalah tidak ada SOP sehingga bagaimana prosedur mengeluarkan dana kebencanaan dari sana. Minggu ini dicairkan dengan sebuah prosedur. Itu uang rakyat, harus kembali ke rakyat," ungkap Emil.

Emil pun akan meminta Baznas untuk membantu pembangunan 10 rumah senilai Rp500juta. Namun, sebelum pembangunan dilaksanakan, dia meminta agar ada kepastian bahwa lokasi relokasi benar-benar aman.

"Saya minta Baznas tolong (bangun) 10 rumah, jadi tinggal Rp500 juta lagi. Jangan memaksa relokasi ke tempat yang lama, kepala desa harus pilih lokasi ideal dari potensi kebencanaan. Bulan depan kita rekonstruksi," pungkasnya. 

AYO BACA : Longsor Sukabumi: 31 Korban Meninggal Berhasil Teridentifikasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar