Yamaha Lexi

Mengenal Komunitas Radio Antik Bandung

  Kamis, 14 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Ketua Komunitas Radio Antik Bandung, Andar Manik. ( Fathia Uqimul Haq /ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Andar Manik tengah menyantap sate kambing Lemans di Jalan Buah Batu. Saat sedang asyik makan, ia menemukan deretan radio tabung tipe roti dan salon terpajang dalam Iemari di ruang makan restoran sate Lemans, milik orang tua Rachmat Durmawel. 

"Semenjak itu kami menjalin komunikasi secara  intens, saling menukar informasi, melakukan barter, jual beli radio tabung koleksi," kata Ketua Komunitas Radio Antik Bandung (KRAB) itu,  Kamis (14/2/2019). 

Berawal dari kegiatan hobi personal yang kebetuIan dipertemukan di Sate Lemans, akhirnya pada 2006, Andar Manik dan Rachmat menggaga komunitas penggemar radio tabung. Perkumpulan para penghobi radio vintage ini menghadirkan radio tabung di ruang pertunjukan musik. 

Ide tersebut muncul untuk mendekatkan para pegiat musik dengan media yang dulu menjadi alat pertama ketika mereka mengenal musik melalui radio. "Serta membangkitkan memori untuk bernostalgia, memunculkan kembali ingatan tentang idolanya yang dahulu suaranya didengarnya dari radio jadul, ketika mereka masih remaja atau bahkan pada saat mereka masih kanak kanak," ujar Andar.

Musik dan radio bagai kacang dengan kulitnya, atau cangkang dengan isinya. Artinya keduanya tidak bisa dipisahkan. Sinergitas kedua penggemar radio tabung ini terus bergulir bukan lagi dalam dunia radio tabung semata, tetapi juga terus mengembangkannya menjadi organisasi atau perkumpuIan yang menampung beberapa peminat yang sama. 

Andar menjelaskan, KRAB berkumpul dan saling belajar tentang teknologi radio atau informasi kesejarahan tentang barang barang koIeksinya. Mereka pun menggelar pameran dengan tujuan untuk menyebarkankan informasi dan pengetahuan tentang radio tabung.

Salah satu perhelatan pameran yang dikatakan cukup fenomenal adalah ketika KRAB memamerkan koleksinya dalam acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 2010. 

"Salah satu anggota kami, Kang Dedi, berhasil merekonstruksi ulang siaran pidato Bung Karno ketika KAA yang dipancarkan melalui pemancar rakitan untuk kemudian ditangkap oleh radio Philips BX 459 N11 dalam Gedung Merdeka," tuturnya. 

Pidato Bung Karno yang berkumandang melalui Philips BX4S9A kemudian menjadi penanda dibukanya peringatan KAA ke-55 secara resmi.

Selain itu, mereka pernah menyelenggarakan pameran dan workshop untuk anak dan remaja tentang pembuatan Radio Kristal pada 2009 di Commonroom Network Foundation. Pada acara tersebut, KRAB mempertemukan dua pakar radio tabung. yaitu 'dokter Radio Tabung' Pak Oo Khalid dan Prayudi Wibowo. 

"Meski Pak Oo Khalid dan Pak Yudi  berbeda generasinya, mereka mempunyai hobi yang sama dan mempunyai keterampilan dalam mengutak atik radio tabung, dua dokter radio tabung yang kemudian banyak mereparasi radio tabung anggota KRAB dan masyarakat umum sesama penggemar radio tabung," papar Andar. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar