Yamaha

Survei: Pemilih Milenial Cenderung Dinamis

  Rabu, 13 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Rilis survei Indopolling Network, Rabu (13/2/2019). (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Ketua DPD KNPI Jabar, Rio F. Wilantara mengatakan pemilih generasi milenial saat ini cenderung dinamis. Berdasarkan pengamatan KNPI, ada sekelompok pemuda yang akan memilih di waktu 6 jam sebelum mencoblos di TPS.

"Artinya mereka adalah last minute voter. Sebelum tidur, dia udah milih dulu untuk esok harinya, bahkan beberapa jam sebelum. Hal ini di kepemudaan sangat besar, pemuda itu dinamis. Ini cukup luar biasa," ujarnya dalam acara rilis survei Indopolling Network, Rabu (13/2/2019).

Kedinamisan tersebut dapat dipengaruhi oleh media sosial. Pengaruh media sosial yang luar biasa ini dapat menggerakkan pemilih milenial untuk dapat menentukan pilihannya tergantung dari yang disajikan oleh paslon. Pasalnya, usia usia 17-25 saat ini sering menggunakan gawai mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali.

AYO BACA : Survei Indopolling: Di Jabar Jokowi Unggul Tipis dari Prabowo

"Pantauan di Jabar, pasangan 02 luar biasa  di medsos. Di kepengurusan kami dilakukan penelitian terkait efektivitas media sosial dan dampaknya luar biasa, apalagi bagi pasangan 02," katanya.

Sandiaga juga terindikasi rajin berkampanye ke Jawa Barat untuk meningkatkan potensi bisnis pemuda dengan digelarnya Training of Trainer OKE OCE.

Tak hanya Prabowo dan Sandi, pasangan nomor urut 01 juga menunjukkan kedekatannya dengan pemuda melalui seni dan aktivitas bermotor.

AYO BACA : Hasil Survei, Jokowi Jadi Korban Hoaks

Kendati di media sosial pasangan 02 cenderung menggaet hati pemuda, ada penyeimbangan ketika di lapangan lantaran Jabar dikuasai oleh PDIP. Sehingga pemuda belum menentukan pilihan.

Selain itu, angka pemuda Jawa Barat yang tinggi sekitar 46 juta dapat dipengaruhi oleh pernyataan para  influencer. Apalagi saat Gubernur Jabar sebagai influencer utama sosial media yang cukup mempengaruhi milenial.

"Itu  yang menjadi trademark pak Gubernur itu influencer di sosmed. Itu yang terimplikasi angka pemuda, dan RK  terafiliasi dengan 01," ujarnya.

Kendati demikian, hal-hal yang sudah dilakukan kedua pasangan masih jadi petimbangan. Karena ada irisan karakteristik pemuda di antara kedua paslon untuk menggaet suara milenial.

"Tapi jangan menjadikan pemuda sebagai komoditas politik saja. Jangan sampai partisipasi pemuda turun karena ada isu hoaks dan kontraproduktif persepsi pemuda terhadap isu tersebut," jelasnya.

Rio berharap supaya kedua pasangan calon dapat mempertahankan kekuatan masing-masing supaya pemilih milenial tidak tereduksi. Hal ini untuk mencegah terjadinya golput dan mengurangi partisipasi politik.

AYO BACA : Strategi Berebut Hati Milenial di Pilpres 2019

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar