Yamaha Lexi

Bawaslu Kota Bandung Tangani 8 Kasus Pelanggaran Kampanye

  Selasa, 12 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Ketua Bawaslu Kota Bandung, Zaky M.Zam Zam. (Fathia Uqimul Haq /ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandung menangani 8 kasus terkait pelanggaran kampanye Pemilihan Umum (Pemilu). Di antaranya adalah calon legislatif yang berkampanye di tempat ibadah dan  keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan kampanye di lingkungan pendidikan. 

Ketua Bawaslu Kota Bandung,  Zaky M. Zam Zam mengatakan kasus ini sudah ditangani dan ditindaklanjuti pihak yang berwajib. 

"Seperti ASN ini sudah kami tindak lanjuti ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Kami 'kan hanya merekomendasikan,  kami harap KASN beri sanksi yang sesuai," ujarnya, Selasa (12/2/2019). 

Pelanggaran ini, dilakukan oleh seorang kepala sekolah salah satu yayasan pendidikan Islam yang diutus sebagai ASN. 

Motif yang dilakukan adalah pada saat yang bersangkutan memberikan sambutan dalam acara pembagian raport di sekolah. Terdapat kalimat merekomendasikan ke salah satu caleg  DPRD  Kota Bandung dari  salah satu partai politik. 

"Bulan lalu sudah selesai. Sudah  di KASN  tinggal menungggu eksukusi  KASN. Kemarin ada 16 ASN yang dapat sanksi  dari KASN. Sanksi moral dan  sosial menyatakan minta maaf di hadapan publik untuk tidak   melakukannya lagi," jelasnya. 

Selain kepala sekolah, terdapat caleg yang melakukan pelanggaran dengan berkampanye di rumah ibadah. 
Motif yang dilakukan seperti caleg yang tiba-tiba datang saat ada pengajian di masjid. 

"Misalkan di  masjid ada kegiatan pengajian, sebetulnya ibu-ibu  pengajian tidak  mengondisikan untuk mendatangkan caleg tapi caleg sendiri yang datang," ujarnya.  

Zaky mengimbau jika ada caleg ingin sosialisasi kampanye saat  pengajian atau ritual ibadah lain di tempat ibadah, maka ditolak saja. 

"Kecuali (caleg) pengajian di rumah, silakan. Enggak apa-apa," katanya.  

Zaky menjelaskan, mekanisme kegiatan kampanye dengan  memberikan surat pemberitahuan kepada kepolisian. Surat pemberitahuan itu ditembuskan kepada KPU  Kota Bandung dan Bawaslu Kota Bandung untuk ditindaklanjuti, kemudian  dilakukan pengawasan. Masalahnya adalah tim kampanye sering tidak memberitahu  kegiatannya. 

"Jadi kegiatan sudah enggak dilaporkan, kegiatannya dilakukan di wilayah-wilayah  yang  memang melanggar. Berdasarkan temuan, ada beberapa caleg yang sudah kita temukan mereka melakukan dugaan kampanye di tempat ibadah. Ada temuan dan laporan masyarakat," ujarnya.  

Jika sudah ditemukan dugaan pelanggaran,  masyarakat dapat melapor ke Bawaslu. Identitas pelapor akan dirahasiakan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.  

"Kalau misalkan ada yang berkampanye di tempat ibadah, laporkan. Atau kalau tidak mau menjadi pelapor bisa kasih info awal kepada kami lewat media sosial, datang ke kantor, dan lain-lain," katanya.  

Pasalnya, ada syarat yang harus ditempuh untuk menjadi pelapor. Jika pelapor hanya memberi info awal, Bawaslu akan melakukan investigasi. 

"Berdasarkan informasi awal kita tembuskan ke pengawas kelurahan. Nanti akan ditindaklanjuti lagi bisa sampai sanksi terparahnya ke pemecatan," ujarnya.  

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar