Yamaha Lexi

Mengandung Racun, Mikroplastik Ancam Kehidupan Laut

  Selasa, 12 Februari 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi pencemaran mikroplasik di laut. (Shutterstock)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Mikroplastik yang ditemukan di laut ternyata berpotensi meracuni biota laut, lingkungan, dan bahkan manusia. Dikutip dari Dailymail, Selasa (12/2/2019), para ilmuwan telah menguji potongan-potongan plastik berukuran 5 mm di lautan dan menemukan bakteri vibro di dalamnya.

Bakteri vibro adalah bakteri penyebab utama infeksi luka dan arcobakter yang menyebabkan gastroenterititis. Para ilmuwan itu juga menemukan bahwa mikroplastik dapat menyebabkan pemutihan (bleaching) karang dan meracuni ikan.

Polusi plastik berpotensi menimbulkan wabah keracunan makanan karena mikroplastik juga dimakan oleh spesies ikan dan makanan laut lainnya seperti kerang dan tiram. Biota laut ini nantinya juga akan dikonsumsi oleh manusia.

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti National University of Singapore, sebanyak 275 mikroplastik telah diambil dari pantai Changi, Sembawang, dan Pulau Lazarus di Singapura. Dari sampel itu, peneliti berhasil menemukan lebih dari 400 jenis bakteri.

"Sebagian besar polusi di laut dibentuk oleh mikroplastik," kata Dr Sandric Leong, pemimpin penelitian dari Tropical Marine Science Institute.

"Organisma laut dapat mengonsumsi mikroplastik secara tidak sengaja dan akhirnya akan terakumulasi. Kemudian mikroplastik yang terakumulasi ini kemudian ditransfer ke organisme lain dalam rantai makanan,’’ tambahnya.

Mikroplastik dalam ekosistem laut membutuhkan waktu lebih lama untuk terdegradasi karena di laut terdapat banyak kandungan garam dan suhu yang lebih rendah. Diperkirakan sebanyak 7 juta ton sampah plastik dibuang ke laut per tahunnya di seluruh dunia. (Zeinny Sofiani Margana)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar