Yamaha Aerox

Diduga Dimutilasi, Nuryanto ke Malaysia Hendak Menagih Utang

  Senin, 11 Februari 2019   Mildan Abdalloh
Meli Rahmawati, istri Nuryanto yang diduga tewas dimutilasi di Malaysia. (Mildan Abdalloh/ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Istri Nuryanto, Meli Rahmawati, mengatakan suaminya pergi ke Malaysia untuk menagih utang. Nuryanto merupakan seorang pengusaha tekstil asal Baleendah, Kabupaten Bandung, yang diduga menjadi korban mutilasi di negeri Jiran itu.

Menurut Meli, Nuryanto sudah biasa berbisnis kain dengan orang Malaysia. Sepengetahuannya, nilai barang yang sudah terjual kepada pengusaha di Malaysia mencapai Rp 7 miliar, tetapi masih ada tagihan yang belum dibayar oleh rekan bisnisnya di sana.

"Dia (Nuryanto) bilang kalau uang di Malaysia mencapai Rp 2 miliar. Jadi ke sana untuk ngambil uang yang belum dibayar," tutur Meli, Senin (11/2/2019).

Namun Meli mengaku tidak mengetahui utang sebesar Rp 2 miliar tersebut bersumber dari siapa saja. Selama berbisnis, Nuryanto tidak memberikan tahu rincian tentang semua rekan bisnisnya.

"Sudah empat bulanan ini, dia terlihat stres karena ada pembayaran yang macet di Malaysia. Padahal, pihak pabrik sudah terus menagih," ujarnya.

AYO BACA : Cerita Istri Pengusaha Tekstil yang Diduga Korban Mutilasi di Malaysia

Masalah itu kemudian memaksa Nuryanto untuk berangkat ke Malaysia. "Katanya mau menagih ke rekan bisnisnya bernama Muhammad Jimmy," ungkap Meli.

Meli melanjutkan, setelah tiba di Malaysia pada 17 Januari lalu, Nuryanto masih sering menghubungi keluarganya. Hingga akhirnya pada 22 Januari, nomor Nuryanto sudah tidak bisa dihubungi.

Kepergian Nuryanto menjadi momen memilukan bagi Meli dan tiga orang anaknya, yakni Aditya Firdaus (16), Mohammad Nazril Ihsan (9), dan anak bungsunya yang masih berusia 11 bulan bernama Aliya Aznia Rismawati. Ia mengatakan, pada 19 Januari lalu Nuryanto genap berusia 37 tahun dan ia hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun melalui sambungan telepon.

"Iya kemarin saya sempat nelepon Aa, saya ngucapin selamat ulang tahun. Dia bilang makasi katanya 'oh iya Aa ulang tahun ya'. Mungkin dia lupa," kata Meli.

Setelah mendengar kabar jika Nuryanto diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, pihak keluarganya masih menunggu hasil tes DNA. Tes itu untuk memastikan apakah korban mutilasi yang ditemukan polisi Malaysia di Sungai Buloh, Desa Coalfield, Kuala Lumpur memang benar Nuryanto atau bukan.

"Kalau itu benar suami saya tolong usut secara tuntas dan pelakunya siapa tolong dihukum seprti di indonesia. Apa motifnya sampai suami saya dianiaya seperti itu," ujar Meli.

AYO BACA : Dugaan Mutilasi Warga Baleendah di Malaysia, Masih Menunggu Hasil Tes DNA

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar