Yamaha Mio S

Liputan Khas: Musisi Underground Bandung Tolak Tegas RUU Permusikan

  Senin, 11 Februari 2019   Faqih Rohman Syafei
Ahmad Rustandi alias Bebi Inside mengatakan RUU Permusikan membatasi ruang kreatif musisi dalam berkarya. (Faqih Rohman/ayobandung)

KIARA CONDONG, AYOBANDUNG.COM--Rancangan Undang-undang Permusikan yang digaungkan musisi Indonesia Anang Hermansyah menuai polemik. 

Musisi underground Kota Bandung, Ahmad Rustandi, mengatakan RUU Permusikan membatasi ruang kreatif musisi dalam berkarya. Sehingga wajar bila banyak musisi yang menolaknya. 

Menurutnya, RUU Permusikan dihasilkan untuk melindungi musisi dari pembajakan yang marak di belantika musik Indonesia. Bukan sebaliknya membatasi ide-ide musisi dalam mencipta karya.

AYO BACA : Liputan Khas: RUU Permusikan yang Tak Lindungi Musisi

"Kita nggak butuh seperti ini. Jangankan untuk di revisi, kami menolak RUU ini karena revisi bentuk pendukungan dengan berbagai syarat-syarat," ujarnya kepada ayobandung.com.

Lelaki yang akrab dipanggil Bebi ini menjelaskan permasalahan yang sangat krusial dihadapi oleh para musisi salah satunya yakni terkait dengan pembajakan karya. Sehingga jangan sampai muncul kontroversi pada poin-poin RUU tersebut yang bertentangan dengan membatasi lirik-lirik lagu yang mengekang musisi.

"Pagu musiknya kita labrak, bahkan dinamika musiknya pun kami labrak," jelasnya

AYO BACA : Boit Omuniuum: RUU Permusikan Rugikan Industri Musik Label Kecil

Dia menyebutkan bahwa RUU tersebut merupakan bentuk kegelisahan segelintir pihak pada dinamika pasar musik mainstream yang kian melesu. Karena mereka tidak punya wadah untuk menjual karya-karya dalam bentuk rilisan fisik.

"Melihat dinamika pasar mereka sangat takut, sekarang mereka tidak punya wadah untuk menjual dalam bentuk rilisan fisik dan hanya menjualnya di "toko ayam". Sementara pasar underground sudah jelas dari dulu sudah ada pasarnya sendiri," katanya. 

Seharusnya, kata basis band Beside ini RUU tersebut melindungi semua musisi tanpa memandang musisi indie maupun major atau mainstream. Bebi menyebutkan musik underground sejak dulu sering dikriminalisasi mulai dari ide-idenya yang banyak ditentang.

"Kita mah sebebas mungkin dengan koridor yang kita lakukan. Bentuk perlawanan kita seperti ini, jadi kondisi apapun tidak mungkin bertentangan terhadap negara sementara itu saya pun berada di negara yang saya cintai ini," terangnya.

Dia menambahkan menurutnya RUU Permusikan ini hanya mengejar target karena mendekati masa berakhir jabatan anggota dewan. 

"Mereka tidak memikirkan untung rugi bagi si musisinya akan berdampak seperti apa ke depannya," tegasnya. 
 

AYO BACA : Musisi Indie Tolak RUU Permusikan, Ini Alasannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar