Yamaha Lexi

MI Sekolah Cinta Ilmu Gelar Workshop dan Parenting Bertema Cinta Lingkungan

  Sabtu, 09 Februari 2019   Faqih Rohman
MI Sekolah Cinta Ilmu menggelar workshop dan parenting bertema Cinta Lingkungan di Aula MI Sekolah Cinta Ilmu di Jalan Laswi, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Faqih Rohman/ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sekolah Cinta Ilmu menggelar kegiatan workshop dan parenting di Aula MI Sekolah Cinta Ilmu di Jalan Laswi, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2/2019). Bersamaan dengan itu, diadakan juga exhibition fun sciene dari siswa Mts dan MI Sekolah Cinta Ilmu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Gebyar Cinta Ilmu yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Falah, yang diisi dengan kegiatan workshop, parenting, dan sejumlah perlombaan. Di puncak acaranya akan digelar tabligh akbar dengan menghadirkan Mamah Dedeh pada Senin (25/2/2019) mendatang.

"Acara Gebyar Cinta Ilmu ini dimulai dari tanggal 5 - 25 Februari 2019. Puncak acara tabligh akbar "Menyikapi musibah alam dengan muhasabah diri" oleh Mamah Dedeh," ujar Wakil Kepala Madrasah MI Sekolah Cinta Ilmu, Nino Yudiar, kepada ayobandung.com, Sabtu (9/2/2019).

Nino mengatakan, dengan mengusung tema cinta lingkungan, sejumlah narasumber berkompeten sengaja dihadirkan dalam kegiatan workshop dan parenting yang digelar. Harapannya, pemateri dapat menyampaikan materinya dengan baik dan para peserta yang terdiri atas guru dan orang tua mampu menerapkannya.

"Workshop mengambil tema Ekoliterasi oleh Riyan Rosal Yosma Oktapyanto dan parenting temanya Bahasa Cinta Untuk Anak oleh Nurachman," katanya.

Ia menjelaskan, tema lingkungan diusung pada tahun ini karena pada beberapa waktu yang lalu negara Indonesia sempat dilanda berbagai bencana alam. Melalui acara ini, MI Sekolah Cinta Ilmu mengajak siswa, guru, dan orang tua untuk dapat menjaga lingkungan sekitarnya salah satunya dengan cara mengelola sampah agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Sebagai pendidik harus disiapkan di kelas dari hal kecil terkait mengelola sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Kami juga ajak untuk mengelola sampah agar bisa diolah jadi barang bermanfaat, serta kami pun ajak orang tua untuk mengkondisikan anaknya untuk memelihara lingkungan dan bisa memanfaatkan sampah," terangnya.

Dia menyebutkan, selain itu terdapat sejumlah karya atau proyek sains dari para siswa yang dipamerkan pada kegiatan ini. Semua karya tersebut dibuat oleh siswa yang dibantu oleh guru dengan menggunakan barang-barang bekas yang ada di lingkungan sekitar.

"Pameran proyek sains, idenya dari anak-anak menggunakan barang bekas tujuannya mendorong anak agar bisa menghasilkan produk bernilai ekonomis. Lalu sebagai upaya membantu program pemerintah dalam mengurangi sampah," tambah Nino.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar