Yamaha Lexi

Masyarakat Keluhkan Beras BPNT yang Bau dan Hancur

  Jumat, 08 Februari 2019   Irpan Wahab Muslim
Enah (36), salah seorang Keluarga Penerima Manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mengeluh karena kualitas beras yang diterimanya selalu menurun. (Irpan Wahab/Ayobandung.com)

PADAKEMBANG, AYOBANDUNG.COM—Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras dikeluhkan oleh Keluarga Penerima Manfaat di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Bukan hanya kondisi beras, KPM juga mempertanyakan jenis beras dan merek beras yang setiap bulan mereka terima.

Keluhan ini datang dari Enah (36), warga Cilampung, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang. Enah menuturkan, pihaknya tidak mengetahui jenis beras yang ia terima. Bukan hanya itu, merek beras pun tidak tertulis di karung beras.

"Kan beras banyak jenisnya, ini saya tidak pernah dikasih tahu sejenisnya apa, mereknya apa, beratnya berapa. Pokoknya tiga bulan saya dapatnya sekarung kecil itu aja," kata Enah, Jumat (8/2/2019).

AYO BACA : Mari Akhiri Polemik Data Beras

Enah menambahkan, ia sudah tiga kali mendapatkan bantuan dari Program BPNT. Di kali ketiga, ia tidak diberi tahu oleh petugas E-warung jenis beras yang diterima. 

"Kalau yang pertama dan kedua itu biasa berasnya, tapi waktu ketiga itu aromanya agak bau. Berasnya juga hancur kayak beras raskin. Kan saya sering beli raskin," kata Enah.

Hal yang sama dikatakan Ita Rosita (34), Warga Golacir, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang. Ita menuturkan, kualitas beras dari setiap bantuan selalu menurun. Ia berharap, meskipun berbentuk bantuan, namun selayaknya beras yang diberikan sesuai dengan jenis beras kualitas medium.

AYO BACA : Iwa Karniwa: Stok Beras Jabar Aman

"Yang layak dimakan saja. Bukan sekarang jelek, cuma aromanya agak bau. Warnanya kotor dan bubuk berasnya," kata Ita.

Dihubungi terpisah, Asisten Daerah Bidang ekonomi dan pembangunan yang juga Plt Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menegaskan, penyedia beras berada di tangan Suplier yang sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah. 

Jika beras tidak sesuai keinginan, lanjut Kundang, masyarakat bisa menukarkan kembali beras tersebut kepada E-warung sebagai pendistribusi beras BPNT tersebut.

˝Kalau tidak sesuaai, langsung saja dikembalikan dan minta diganti. Kami sangat atensi sekali dengan keluhan itu dan kami akan tindak lanjuti segera," pungkas Kundang.

AYO BACA : TPID Kota Bandung Bertekad Tekan Inflasi Kepokmas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar