Yamaha NMax

Jatuh Cinta Bikin Berat Badan Naik?

  Jumat, 08 Februari 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi cinta naikkan berat badan. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Cinta menyuburkan kebahagiaan. Kita tidak menampik itu. Bahkan, penulis asal Amerika Theodor Seuss Geisel pernah menulis, ‘Ketika Anda jatuh cinta, kebahagiaan akan membuat Anda sulit tertidur karena kenyataan lebih baik dibandingkan mimpi Anda.’

Cinta membuat pikiran kita positif dan merasa bebas dari masalah. Namun, apakah cinta juga berdampak pada naiknya berat badan?

Hasil pengamatan Cahterine Hankey, ahli gizi di University of Glasgow, menemukan bahwa para pengantin baru setidaknya mengalami kenaikan badan rata-rata 1,8–2,2 kilogram dalam tahun pertama pernikahan.

Bahkan, beberapa pasangan mengalami kenaikan hingga 1,3–1,8 kilogram, dalam tiga bulan pertama, bila mereka tinggal bersama.

Penyebabnya mungkin lantaran makan menjadi agenda rutin bersama. Dalam hal ini, pasangan saling dorong agar makan lebih banyak dan sedikit bergerak.

AYO BACA : 3 Zodiak Ini Bakal Temukan Cinta Sejati di 2019

"Ini adalah masalah budaya yang sangat besar," kata Hankey seperti dikutip dari The Times, Jumat (8/2/2019).

Hangkey mengatakan, orang-orang yang memilih menikah dan tinggal bersama harus memperhatikan berat badan mereka jika ingin bahagia. "Memiliki obesitas sangat buruk, baik untuk self-esteem, bahkan merusak hubungan,” kata dia.

Pendapat Hankey terkait dengan sejumlah studi ilmiah yang telah membuktikan bahwa hubungan bahagia identik dengan naiknya berat badan.

Sebuah studi tahun 2013 yang dilakukan oleh para periset di Southern Methodist University (SMU) mengungkap bahwa semakin bahagia pengantin baru, berat badan mereka kian naik selama periode dua tahun pernikahan.

Sebaliknya, pasangan yang kurang bahagia dalam hubungannya, berat badannya tak berubah.

AYO BACA : Jatuh Cinta dapat Tingkatkan Motivasi Hidup

Kenaikan berat badan tidak hanya terjadi pada pasangan yang baru menikah, tapi juga biasa terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan baru, entah pernikahan atau bukan pernikahan.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada perempuan. Survei UKMedix pada tahun 2014 mengungkap, sebanyak 43 persen perempuan mengalami kenaikan berat badan saat tahun pertama mereka menjalin hubungan.

Saat sudah berada dalam sebuah hubungan, mereka santai—karena tak merasa tertekan untuk menjaga penampilan.

Mereka "membiarkan diri mereka bebas". Oleh karena itu, menjaga berat badan itu biasanya dimotivasi oleh keinginan untuk menarik perhatian pasangan.

Setidaknya, demikian kesimpulan riset yang digelar SMU, dan dipublikasikan di Health Psychology.

Sementara itu, ada sejumlah penelitian yang menunjukkan, kegagalan pernikahan—seperti perceraian—sebenarnya dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Disebut sebagai "diet perceraian", penurunan berat badan dikenal sebagai efek samping umum yang terjadi karena stres terhadap status pernikahan yang bermasalah.

Efeknya pun disebut lebih besar terhadap perempuan.

AYO BACA : 4 Cara Murah Mencintai Pekerjaan yang Anda Benci

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar