Yamaha Lexi

Trump Percepat Perundingan Damai dengan Afghanistan

  Rabu, 06 Februari 2019   Dadi Haryadi
(Pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pemerintahannya akan mempercepat perundingan untuk penyelesaian politik di Afganistan.

Dalam pidatonya yang dikutip dari Reuters pada Selasa (5/2/2019) kemarin, Trump berjanji akan menyelesaikan perang tanpa akhir ini dan akan mengurangi pasukan militer AS di sana demi mengakhiri perang terpanjang Amerika tersebut.

"Negara-negara besar tidak berperang tanpa akhir," kata Trump dalam pidato kenegaraan tahunannya kepada Kongres, di mana ia juga mengatakan pasukan AS hampir mengalahkan militan Negara Islam di Suriah dan sudah waktunya untuk membawa mereka pulang.

AYO BACA : Donald Trump Akan Bertemu Kim Jong-un di Vietnam, 27-28 Februari

Setelah 17 tahun perang di Afghanistan, Trump memuji keberanian yang tak tertandingi dari pasukan AS yang berjaga di sana.

"Berkat keberanian mereka, kami sekarang dapat mengejar solusi politik yang mungkin untuk konflik yang panjang dan berdarah ini," kata Trump.

Dia juga mengatakan pemerintahannya mengadakan pembicaraan konstruktif dengan sejumlah kelompok, termasuk Taliban.
“Ketika kita membuat kemajuan dalam negosiasi ini, kita akan dapat mengurangi kehadiran pasukan kita dan fokus pada kontra-terorisme. Dan kami memang akan fokus pada penanggulangan terorisme,” kata Trump.

AYO BACA : Patung Karikatur Trump & Putin Akan Diarak di Nice Carnival

Trump tidak memberikan rincian tentang kapan dia akan membawa pulang 14.000 tentara AS sekarang di Afghanistan. Pasukan pimpinan AS pada tahun 2001 menggulingkan garis keras Taliban karena menyembunyikan militan Al Qaeda yang bertanggung jawab atas serangan 11 September.

"Kami tidak tahu apakah kami akan mencapai kesepakatan-tetapi kami tahu bahwa setelah dua dekade perang, waktunya telah tiba untuk setidaknya mencoba perdamaian," kata Trump.

Pada bulan Desember, seorang pejabat AS mengatakan Trump berencana untuk menarik lebih dari 5.000 tentara AS di Afghanistan, memicu kekhawatiran tentang apakah pasukan yang lebih kecil akan dapat memenuhi misi yang sedang berjalan dan menstabilkan negara.

Pada saat berkampanye untuk presiden pada 2016 lalu, Trump mengatakan dia ingin lebih fokus pada masalah dalam negeri daripada konflik asing.

Namun, pengumuman Trump yang tiba-tiba pada bulan Desember bahwa ia akan menarik pasukan AS dari Suriah mengkhawatirkan sekutu dan banyak pejabat AS dan saat ini, yang khawatir bahwa militan Negara Islam tetap menjadi ancaman.

AYO BACA : Daftar Sekutu & Musuh Donald Trump

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar