Yamaha Lexi

Menghimpun Memori di Museum Kota Bandung

  Rabu, 06 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Suasana Museum Kota Bandung yang terletak di depan Bandung Planning Gallery. (Fathia Uqimul Haq/ ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Tak ada yang lebih indah dari mengingat memori meski pernah jatuh dalam kelam dan lantas bangkit kemudian hari. Begitulah Kota Bandung berdiri.

Kisahnya yang panjang akhirnya menuai kasih yang dicintai oleh segenap warga. Siapa yang rela membenci kota kembang ini? Udaranya yang sejuk, orang-orangnya yang kreatif dengan ratusan komunitas, serta destinasi kulinernya nomor wahid.

Sejarahnya tersimpan baik pada tembok besar nan megah di tengah kota, di Museum Kota Bandung. Museum yang baru saja diresmikan pada 31 Oktober 2018 ini menjadi wajah dari banyaknya perubahan yang terjadi. Mulai dari wajah-wajah para wali kota, bagaimana Kota Bandung dibangun, dan catatan dari tanggal-tanggal penting yang terjadi di kota ini.

Di langit-langit museum, terdapat hiasan kertas warna-warni menggantung. Tidak terlalu jelas apa isinya, tetapi berhasil membuat museum terlihat lebih ramai. Gambar wajah Soekarno, Moh Hatta, Dewi Sartika, dan pahlawan-pahlawan lainnya juga terpampang di dinding besar museum.

Ruangan pertama museum membeberkan sejarah wali kota dan berdirinya Kota Bandung. Sedangkan di ruangan kedua terdapat tahun-tahun penting yang mengingatkan masyarakat akan kota ini, seperti sejarah didirikannya Gedung Pakuan, dikeluarkannya undang-undang agraria, dan dibukanya usaha penginapan oleh Adolf dan Maria Homann. Semua dihimpun secara jelas di ruangan ini.

Kepala Museum Kota Bandung, Hermawan Rianto, mengatakan ruangan-ruangan di museum ini belum sepenuhnya terisi. Masih ada empat ruangan dari enam ruangan yang harus dipenuhi dengan konten dan artefak.

"Masih ada yang harus dipenuhi dan materi-materi tersebut harus dikurasi oleh 12 kurator kita," ujar Hermawan, kepada ayobandung.com, Rabu (6/2/2019).

AYO BACA : Museum Kota Bandung Wadahnya Kegiatan Seru

Hermawan menyebutkan, 12 kurator itu terdiri atas pakar-pakar dari berbagai keilmuan, seperti ahli sejarah, militer, dan sejarah kota itu sendiri. "Sehingga di depan itu gedung sejarah dan di belakang gedung budaya," kata dia.

Museum ini menjadi satu-satunya penghimpun sejarah dan budaya Kota Bandung. Gedung yang pembangunan memakan waktu dua tahun ini telah dikunjungi 10 ribu orang.

Museum yang berdiri di atas bangunan cagar budaya ini disiapkan dengan baik. Halaman depan yang bersih dan penuh dengan tumbuhan alang-alang hijau menjadi spot terbaik bagi anak muda untuk berfoto.

Di sepanjang balkon halaman utama terdapat tempat duduk dengan kursi taman. Menengok ke belakang Museum, terdapat halaman yang luas dan gedung budaya berwarna abu-abu.

Museum ini juga dilengkapi dengan kedai Kopi Museum, tempat yang cocok untuk bersantai sembari makan dan minum kopi di tengah teriknya Kota Bandung. Kursi kayu yang dilengkapi payung, berjejer rapi di luar pintu kedai.

Di pinggir jendela, terdapat beberapa kursi bundar dengan meja persegi panjang. Sedangkan di dalamnya, ornamen kayu terlihat dominan di kafe ini. Tak lupa juga imaji bersejarah tentang gedung-gedung zaman dulu di Kota Bandung sebagai penghias ruangan.

"Standar museum modern itu ada kafenya untuk pengunjung ngobrol dan bicara. Kafe ini menjual gift, souvenir, dan buku," jelasnya.

Museum Kota Bandung buka setiap hari kecuali Senin, dari pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pengunjung tidak dikenai biaya masuk untuk menyaksikan sendiri momen-momen bersejarah terkait Kota Bandung tercinta. 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar