Yamaha Aerox

Museum Kota Bandung Wadahnya Kegiatan Seru

  Rabu, 06 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Para pengunjung tengah melihat pameran Instasunda pada 16 Desember 2018 lalu. (Instagram @museumkotabandung).

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pajangan semata. Mereka juga memiliki fungsi sebagai edukator. Mulai dari kegiatan diskusi, pameran, sampai perhelatan akbar untuk meramaikan Museum Kota Bandung.

Kepala Museum Kota Bandung, Hermawan Rianto mengatakan museum ini telah aktif menggelar beberapa acara dalam beberapa bulan terakhir sejak diresmikan. 

"Kita pernah mengadakan Panon Hideung Museum Market pada tanggal tiga sampai empat November kemarin," ujarnya, Rabu (6/2/2019).

Panon Hideung menghadirkan pasar barang antik, talkshow pakar sejarah dan budayawan kota Bandung, serta sejumlah seniman lainnya seperti Jimbot dan Risa Saraswati. Ada juga kontes foto dengan hadiah jutaan rupiah. 

Selain itu, perhelatan ini menyuguhkan sejumlah penampilan dari Rumah Musik Harry Roesli, pertunjukan silat tradisional, Lawang buku, hingga perpustakaan keliling Unpas. Panon Hideung menjadi acara yang meramaikan keberadaan museum ini. 

Acara lainnya pada tanggal 16 Desember 2018 Museum Kota Bandung menggelar Instasunda Photo Exhibition 

"Pameran itu merupakan kali ketiga dari pameran amal yang pernah diselenggarakan Instasunda," katanya. 

Pada tahun 2018, Instasunda menghimpun foto yang terpilih selama 3 tahun mulai dari 2015. Karena kegiatannya sempat terhenti pada 2015, panitia pun menyuguhkan warna-warni foto terpilih dari khalayak. 

1000 foto dari 1000 pengguna instagram terpilih akan melihat hasil fotonya di pameran tersebut. Foto-foto itu dilelang kemudian hasilnya didonasikan kepada rumah kanker anak di Kota Bandung. 

Tahun 2019, Museum Kota Bandung lagi-lagi menghelat sebuah pameran dari Desain Komunikasi Visual  Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB). Dengan tema Bandung dari Balik Lensa, pameran tugas photobook ini menghadirkan karya para mahasiswa. 

"Acaranya dari tanggal 8 sampai 10 Februari," kata Hermawan.

Hari pertama, STTB akan membuka pameran dari seminar fotografi ini. Hari kedua, akan ada dialog dari Imam Budi Lensa Community, Ketua APFI Jabar Ari Angin, dan Siti Deshinta. Di hari terakhir, Wahyu Dian sebagai perpustakaan foto keliling bakal menemani pengunjung di perhelatan tersebut.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar