Yamaha Lexi

Yuk, Bermusik dan Mengaji di Rumah Komuji

  Selasa, 05 Februari 2019   Fathia Uqimul Haq
Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Komunitas Musisi Mengaji meresmikan Rumah Komuji pada 1 Februari 2019 lalu. Komunitas yang diusung dari para pegiat musik ini menjadi Rumah Komuji sebagai wadah berkreasi dan mengaji sembari nongkrong asyik di Kopi Komuji.

Pengelola Rumah Komuji, Nurfitri Djatnika mengatakan Rumah Komuji yang berlokasi di Jalan Cilaki nomor 33 ini dibenahi mulai akhir November 2018. Selama kurang lebih 2,5 bulan, akhirnya Rumah Komuji bekerja sama dengan Ikatan Alumni ITB dapat merealisasikan sebuah rumah untuk berkarya sambil mengkaji Alquran.

"Kita benahi di beberapa sudut, Alhamdulillah sudah resmi launching kemarin," katanya, kepada ayobandung, Selasa (5/2/2019).

Rumah Komuji terletak di sebuah rumah jadul yang cukup hangat. Pintu dari pinggir kiri langsung menghadapkan tamu kepada satu ruangan yang unik. Kaset, piringan hitam, dan dvd disusun rapi di rak kayu yang menempel ke dinding. Sofa hijau denga bantalan empuk menjadi spot yang tak boleh dilewatkan. Gantungan kayu penyimpan helm dan baju ditata rapi di dekat jendela. Kursi lipat biru di sudut kiri kontras mewarnai ruangan tersebut.

"Sengaja kita buat seperti itu untuk misal yang mau foto, atau tempat syuting, dan lain-lain. Kasetnya juga punya temen Komuji yang diperjualbelikan," ujarnya.

AYO BACA : Kopi Komuji, Tempat Nongkrong Baru di Cilaki

Masuk ke ruangan di sebelah kanan terdapat televisi dan karpet yang nyaman. Rak kayu yang menyatu dengan dinding abu-abu menyimpan buku-buku. Ruangan itu, kata Nurfitri, merupakann tempat anak-anak mengaji pada kegiatan kelas agama di Sabtu sore, serta aktivitas klab membaca.

"Kita berikan ruang untuk anak-anak yang belum bisa membaca dan anak yang sudah bisa membaca. Kelas agama untuk anak juga setiap Sabtu mulai dari salat Ashar bersama," jelas Upit, panggilan akrab Nurfitri.

Masuk lebih dalam terdapat ruangan yang cukup luas untuk menggelar kajian. Tak lupa di sudut kanannya terdapat ruang pentas yang dihiasi tirai hitam dan sofa.

Adapun ruangan khusus kelas tahsin yang diisi dengan meja panjang serta bangku. Berjalan ke belakang, terdapat tempat wudhu, musala, dan kamar mandi.

"Kita juga berencana membuka co-working space di ruangan ini tapi belum selesai dibenahi," kata Upit sembari memperlihatkan ruangan yang dekat dengan Kopi Komuji.

AYO BACA : Lewat Komuji, Musisi Bandung Getol Mengaji

Upit menjelaskan, ruangan yang akan menjadi co-working space itu sengaja dekat dengan Kopi Komuji supaya lebih mudah memesan makanan dan sejumlah kopi dari kedai di sebelah rumah.

Tak hanya itu, Rumah Komuji tengah mempersiapkan home recording sebagai fasilitas bermusik dan menyalurkan karya para anggota Komuji. Tentunya, Komuji membuat kompilasi dari program Berandakustik.

Di sisi lain, Rumah Komuji membuka kelas tahsin setiap hari Selasa dan Kamis yang dimulai dari pukul 10.00 hingga waktu zuhur. Acara bulanannya, mereka menggelar Kelas Tauhid di hari Rabu atau Jumat. Adapun kelas nahwu shorof, kelas tasawuf, dan kelas rumah tangga.

"Kajian sambil nyanyi-nyanyi di Berandakustik juga sebulan sekali," katanya.

Untuk anak-anak, Komuji membuka klab baca dan kelas agama setiap Sabtu sore. Mereka dilatih untuk salat ashar berjamaah dan mengaji bersama di Rumah Komuji.

Tak lupa, Rumah Komuji mempunyai kegiatan olahraga seperti muay thai. Semua ini terbuka untuk umum dan bisa dilihat aktivitasnya dari media sosial instagram  di @komuji_indonesia dan @rumahkomuji.

AYO BACA : Pemkot Bandung Luncurkan Program Tilawah dan Tahfiz Alquran

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar