Yamaha Lexi

Fakta Menarik Imlek, Dilarang Mencuci dan Buang Sampah

  Selasa, 05 Februari 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi Imlek. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tahun Baru Imlek adalah perayaan terpenting warga Tionghoa di seluruh dunia, yang tahun ini jatuh pada Selasa (5/2/2019). Banyak orang merayakannya dengan pergi ke kelenteng untuk beribadah bersama keluarga, berbagi angpau, atau menikmati santapan khas Imlek. 

Meski demikian, ternyada ada beberapa hal menarik di balik perayaan tersebut, seperti larangan untuk mencuci dan membuang sampah. Ingin tahu lengkapnya? Berikut informasinya yang telah dirangkum ayobandung.com dari China Highlight.

1. Dimulai pada Dinasti Shang
Meski masih perlu diuji keabsahannya secara historis, namun sebagian besar orang meyakini bahwa Tahun Baru Imlek dimulai pada 3.500 tahun lalu. Awal mulanya dipercaya berasal dari masa Dinasti Shang (1600-1046 SM), saat warga melakukan upacara persembahan untuk menghormati Tuhan dan leluhur di awal atau penghujung masing-masing tahun.

2. Perayaan diselenggarakan selama 16 hari
Secara tradisional, perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama 16 hari. Puncaknya adalah momen pelepasan lampion. Pada malam hari di tanggal ke-15 di bulan lunar pertama, keluarga akan berkumpul untuk makan malam dan pergi keluar dan melihat kembang api dan lampion. Lampion umumnya disiapkan untuk dekorasi, dilepaskan, atau dilarung ke sungai. 

3. Tidak diperbolehkan mencuci, menyapu, atau membuang sampah.
Selama periode Tahun Baru Imlek, banyak takhayul dan 'pamali' yang beredar di kalangan masyarakat Tionghoa. Salah satunya yang paling terkenal adalah dilarang bersih-bersih. Mencuci rambut atau pakaian tidak diperbolehkan untuk dilakukan pada hari pertama tahun baru karena dianggap akan "mencuci kekayaan" di awal tahun. Menyapu dan membuang sampah juga diangggap akan menghapus keberuntungan dari rumah, sehingga sebagian orang memilih untuk tidak melakukannya.

4. Arti dibalik angpao beramplop merah
Jawabannya sederhana, yaitu keberuntungan. Dalam budaya Cina, merah adalah warna keberuntungan, sehingga memberi uang dalam amplop merah adalah cara untuk memberikan harapan terbaik, serta hadiah keuangan yang diharapkan akan membawa hoki.  Uang dalam amplop merah disebut "uang keberuntungan", meskipun sebenarnya amplop merah itulah yang membawa untung.

Uang amplop merah tradisional sering disebut 'uang pengusir setan' (压岁钱 yāsuìqián / yaa-sway-chyen /). Menurut banyak legenda Tahun Baru, roh-roh jahat takut pada warna merah, sehingga amplop merah pada awalnya digunakan untuk mengusir setan sambil memberikan uang.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar