Yamaha Lexi

RUU Permusikan Dianggap Penuh Pasal Karet

  Senin, 04 Februari 2019   Fira Nursyabani
Poster Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (change.org)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan banyak ditolak oleh musisi-musisi dan para penikmat musik tanah air. Mereka bahkan membuat koalisi untuk menolak RUU tersebut, yang bernama Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Penyanyi Danilla Riyadi, salah satu musisi Indonesia yang mewakili koalisi itu, kemudian membuat petisi yang telah ditandatangani oleh lebih dari 85 orang hingga Senin (4/2/2019).

Dikutip dari pernyataan yang ada dalam petisi, Danilla mengatakan RUU itu memuat banyak pasal karet yang penuh dengan kalimat multiinterpretasi. Hal tersebut dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk bagi sekelompok orang, penguasa, atau siapapun, untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai.  

Menurut para musisi, beberapa masalah yang ada dalam RUU ini di antaranya pembatasan ruang kreasi musik Indonesia, seperti adanya sertifikasi bagi pemusik. Sertifikasi sangat rentan terhadap marjinalisasi; sebagai contoh, musisi yang tidak tersertifikasi akan mengalami beragam kendala ketika memulai karier di kancah musik tanah air.

Selain itu, adanya sertifikasi ini akan mewajibkan para musisi untuk melakukan uji kompetensi sebagai syaratnya, sehingga dapat menimbulkan pemaksaan dan diskriminasi.

AYO BACA : Musisi Indonesia Ramai-ramai Tandatangani Petisi Tolak RUU Permusikan

RUU itu juga memiliki 19 pasal yang bermasalah dan dianggap tumpang tindih dengan Undang-Undang lainnya. RUU Permusikan dinilai bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945 yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi.

Ratusan musisi dan penikmat musik pun ramai-ramai mengajak masyarakat untuk mendukung aksi penolakan RUU Permusikan melalui cuitan di Twitter.

“Masih pengen nikmatin musik bagus yg lahir dari kebebasan berekspresi? Masih pengen kemping bareng di #floatspot asik spt @Float2Nature? Ayo rame2 #TolakRUUPermusikan dgn petisi ini,” tulis grup band Float.

Salah satu musisi Kota Bandung, Fiersa Besari, juga ikut berkomentar di akun twitternya. “Oh ya. Sudah tentu, saya pun menolak RUU Permusikan. Dunia ini bukan ajang pencarian bakat ala layar kaca, di mana musikalitas, lirik dan kesenian mesti dinilai, diatur-atur, dan dibatasi. Hari ini, esok, lusa, musik adalah milik musikus dan penikmatnya. #TolakRUUpermusikan“, tulisnya.

Sejauh ini Anang Hermansyah selaku musisi sekaligus anggota legislatif yang mengusulkan RUU ini belum memberi komentar terkait berita penolakan tersebut. (Zeinny Sofiani Margana).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar