Yamaha Aerox

Terindikasi Maladministrasi, SPPI Bersikeras Tuntut Direksi PT Pos Indonesia Mundur

  Senin, 04 Februari 2019   Faqih Rohman
Sejumlah pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Hubungan Industrial, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin (28/1). (Irfan Alfaritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Serikat Pekerja Pos Indonesia atau SPPI bersikeras meminta Direksi PT Pos Indonesia mundur dari jabatannya. Sebab, SPPI menduga terjadi ketidakberesan administrasi dan pengelolaan perusahaan.

"Tuntutan kami adalah direksi mundur. Karena telah terjadi pelanggaran PKB (perjanjian kerja bersama), indikasi korupsi, kolusi, dan maladministrasi," ujar Ketua Umum SPPI, Rahjaya Santosa ketika dihubungi Ayobandung.com, Senin (4/2/2019).

AYO BACA : Buntut Aksi, Puluhan Ribu Pegawai PT Pos Tidak Digaji

Alasan direksi diminta mundur, kata dia, karena telah gagal dalam mengelola PT Pos Indonesia, sehingga menyebabkan gaji karyawan tertunda. Walaupun, pembayaran gaji telah dibayarkan pada hari ini. 

"Pembayaran gaji telah diberikan perusahaan pada hari ini. Namun, direksi gagal dalam mengemban amanah dan tugas serta tanggung jawab yang diberikan pemerintah," katanya.

AYO BACA : Gaji Tidak Dibayar, Serikat Pekerja Pos Indonesia Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

Dia menjelaskan, terdapat berbagai pelanggaran yang telah dilakukan direksi. Seperti wanprestasi pada PKB 2017-2018 serta pengabaian terhadap SPPI terkait kesejahteraan karyawan, program percepatan status karyawan, pensiun yang tersendat, dan lainnya.

"Ada pelanggaran oleh perusahaan dalam perjanjian kerja yang menyimpang," ungkap Rhajaya. 

Sebelumnya, ribuan karyawan berencana akan melaporkan Direksi PT Pos Indonesia kepada Presiden RI dan DPR RI dengan melakukan aksi demo besar-besaran pada 18 Februari mendatang. Sebagai tindak lanjut dari aksi serupa di Bandung pada 28 Januari 2018.

Selain itu, karyawan pun berencana melakukan aksi mogok kerja massal atau nasional pada 6 Februari 2019. Jika perusahaan masih menunda pembayaran gaji karyawan bulan Februari ini.

AYO BACA : SPPI Tuntut Direksi PT Pos Indonesia Segera Mundur Jumat, 01 Februari 2019 Faqih Rohman

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar