Yamaha Mio S

Grand Sharon Residence Deklarasi Kang Pisman

  Minggu, 03 Februari 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Energi Kang Pisman semakin menggelora. Kali ini ditunjukan warga Kota Bandung melalui acara Gebyar GSR 11, di Komplek Grand Sharon Regency (GSR) Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari, Minggu (3/2/2019). Warga komplek GSR mendeklarasikan sebagai Komplek Kang Pisman 2019.

RANCASARI, AYOBANDUNG.COM--Energi Kang Pisman semakin menggelora. Kali ini ditunjukan warga Kota Bandung melalui acara Gebyar GSR 11, di Komplek Grand Sharon Regency (GSR) Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari, Minggu (3/2/2019). Warga komplek GSR mendeklarasikan sebagai Komplek Kang Pisman 2019.

Acara ini juga menyuguhkan “fashion show” dengan busana berbahan sampah. Ada juga kontes sepeda hias dengan memanfaatkan sampah plastik dan kardus.

"Saya dari 2006 memang sudah senang 'ngulik' cara daur ulang sampah," ujar Sunartini, Warga RT 3/4 Kelurahan Manjahlega yang menjadi peserta fashion show dalam acara ini.

Ia mengajak seluruh warga Bandung untuk meningkatkan upaya daur ulang sampah.

"Yuk kita kurangi sampah, seperti apa yang dibilang Pak Oded," ujar Sunartini.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berterima kasih khususnya kepada seluruh masyarakat RW 11 yang telah mendukung Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan) dengan 'Gerakan Nol Sampah'-nya.

"Ketika ada gagasan dari warga Kota Bandung mengenai penanganan sampah di kota Bandung, saya pasti akan mengapresiasi inovasi tersebut," ucap Oded.

Oded juga sempat kembali mengingatkan warga soal sampah. Ia mengungkapkan, sampah di Kota Bandung mencapai 1500 ton per hari. Hal itu akan berisiko tinggi jika tidak ditangani dengan benar.

"Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini bisa ditiru seluruh RW di Kota Bandung yang jumlahnya mencapai 1584," pinta Oded.

Sedangkan Ketua RW 11, Subandrio Ilham Basuki mengatakan, tim Gerakan Nol Sampah telah melakukan beberapa kegiatan. 

"Kami mengadakan Workshop Magot, untuk mengedukasi masyarakat mengenai penanganan sampah dapur," ujar Subandrio.

"Ada juga biodigester yang bisa digunakan untuk memasak. Hanya sayang saat ini alatnya baru ada satu," akunya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar