Yamaha Lexi

Gaji Tidak Dibayar, Ini Pembelaan PT Pos Indonesia

  Sabtu, 02 Februari 2019   Faqih Rohman
Sejumlah pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Hubungan Industrial, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin (28/1/2019).(Irfan/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--PT Pos Indonesia buka suara terkait tuntutan para karyawannya yang menuntut pembayaran gaji. PT Pos Indonesia pun berjanji akan segera membayarkannya.

SPV Kerjasama Strategis dan Kelembagaan PT Pos Indonesia Pupung Purnama membenarkan pihaknya tidak membayarkan gaji karyawan pada 1 Februari 2019. Pihaknya akan membayarkan gaji karyawan secepatnya.

"Kami ingin membahagiakan karyawan dan keluarganya. Namun perlu diperhatikan proses transformasi perusahaan hanya akan terjadi bila terwujud simbiosis yang baik antara manajemen dan karyawan. Kami akan menginformasikan waktu pembayaran gaji langsung kepada karyawan melalui para pimpinan unit kerja. Mudah-mudahan hal ini dapat dipahami," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Sabtu (2/2/2019).

Dia menerangkan saat ini dua lini bisnis PT Pos Indonesia mengalami disrupsi luar biasa besar karena adanya perubahan regulasi maupun teknologi.

"Layanan jasa kurir dan logistik sedang berhadapan dengan pelanggan yang semakin dimanjakan teknologi berujung pada layanan semakin berkualitas dan bertarif murah. Surat semakin hilang, tetapi paket mengalami pertumbuhan yang sangat besar sebagai akibat terdisrupsinya industri ritel," katanya. 

Menyikapi adanya perubahan pada landscape industri saat ini, PT Pos Indonesia masih ingin bertahan demi karyawan yang jumlahnya mencapai 28.000 orang. Oleh karena itu, pihaknya harus bertransformasi agar bisnis bisa tetap berjalan.

AYO BACA : Gaji Tidak Dibayar, Serikat Pekerja Pos Indonesia Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

Dia menjelaskan, PT Pos Indonesia salah satu perusahaan BUMN yang antara lain masih membayarkan gaji karyawan tetap di awal bulan bahkan sebelum karyawan tersebut bekerja.

Kemudian, memberikan fasilitas cuti besar selama tiga bulan dan uang cuti besar dari akumulasi masa kerja setiap enam tahun.

Selanjutnya, masih memberikan berbagai fasilitas dan benefit serta kenaikan penghasilan tahunan, bahkan khusus untuk para pengantar disediakan fasilitas kepemilikan sepeda motor.

"Sementara para kompetitor dan startup baru sudah semakin maju dan banyak," ucapnya. 

Dia menjelaskan aksi demonstrasi yang dilakukan salah satu dari tiga serikat pekerja di PT Pos Indonesia merupakan tindakan yang kontra-produktif dan merugikan perusahaan di depan umum. Seharusnya, kata dia, pemecahan masalah bisa dilakukan dengan cara dialog ataupun penyampaian aspirasi yang disepakati bersama. 

"Dalam konteks dan situasi yang semacam inilah kegaduhan yang spill-over ke media dan menjadi perhatian Anda terjadi. Mohon maaf atas kegaduhan ini, namun percayalah bahwa ini adalah masalah internal PT Pos Indonesia, serta upaya kami untuk tetap bisa survive dalam badai disrupsi industri yang luar biasa besarnya," katanya.

AYO BACA : Buntut Aksi, Puluhan Ribu Pegawai PT Pos Tidak Digaji

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar