Yamaha Lexi

Daftar 4 Penulis Penerima Hadiah Sastera Rancage 2019

  Kamis, 31 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Titi Surti Nastiti saat membacakan nama penerima Hadiah Rancage Tahun 2019 di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Kamis (31/1/2019). (M. Naufal/Ayobandung.com)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Empat penulis menerima hadiah Sastera Rancage 2019 di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Kamis (31/1/2019).

Hadiah Sastra Rancage adalah penganugerahan kepada penulis sastra daerah yang diinisiasi sastrawan cum budayawan Ajip Rosidi (81). Kegiatan ini selalu dilakukan setiap 31 Januari tiap tahunnya, bertepatan dengan hari lahir Ajip Rosidi.

Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Titi Surti Nastiti mengatakan, kegiatan ini dimulai sejak 1989. Saat itu, Ajip Rosidi khawatir karena penerbitan buku berbahasa daerah sangat sedikit. Terutama sastra berbahasa Jawa dan Sunda yang menjadi bahasa yang paling banyak dituturkan di Indonesia.

Ajip, seperti dikatakan Titi, berharap kegiatan ini bisa membangkitkan kembali gairah penggunaan bahasa daerah.

Selain itu, maksud lain dari Rancage adalah mencari penulis yang mampu mengolah rasa dan kritis memandang keadaan, meski berbeda bahasa.

"Karya sastra bagus akan tetap bagus ditulis dengan bahasa apapun," ujar Titi.

Tahun ini, naskah yang masuk ke Yayasan Kebudayaan Rancage, selaku penyelenggara, terdiri atas karya sastra berbahasa Jawa, Bali, Madura, Batak, Lampung, dan Banjar.

Titi mengatakan, ada beberapa syarat untuk karya sastra bisa masuk ke dalam penganugerahaan ini.

“Satu, karya sastra ditulis dengan bahasa daerah,” ujarnya. Adapun dialek dari bahasa daerah tersebut masih bisa lolos syarat ketika dialek tersebut menginduk ke bahasa daerah yang dimaksud. 

Syarat kedua, setiap daerah minimal mengirimkan tiga judul buku.

Ketiga, karya yang dikirim harus memiliki ISBN. Ini menjadi syarat baru dalam kegiatan ini. Tanpa mengesampingkan penerbit indi, maksud dari adanya syarat ISBN karena penulis indi banyak yang menerbitkan buku tapi dalam jumlah terbatas. Karenanya, maksud dari menyebarkan semangat berbahasa daerah tidak terlalu tercapai.

Syarat keempat, karya yang lolos harus memiliki kebaruan dalam teknik dan gagasan.

Dari sekian naskah tersebut, dipilih empat naskah yang menerima hadiah sastera Rancage Tahun 2019.

AYO BACA : Abrory: Bayangkan Jika Jawa Barat Tanpa Ajip Rosidi

1. Sastera Sunda

Sérah karya Eris Risnandar

Diterbitkan oleh Penerbit Silalatu, Kuningan

2. Sastera Jawa

Tembang Raras ing Tepis Rarti karya Sunaryata Soemardjo

Diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ilalang

3. Sastera Bali

Kupu-kupu Kuning Ngidang di Candidasa karya I Ketut Sandiyasa

Diterbitkan oleh Pustaka Ekspres

4. Hadiah Sastera "Samsudi"

Pohaci Nawang Wulan karya Ai Rohmawati

Diterbitkan oleh Pustaka Jaya.

Sastera “Samsudi” adalah penghargaan untuk karya sastra anak.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar