Yamaha Aerox

Yuk, Berburu Buah Berduri di Sinapeul Majalengka

  Rabu, 30 Januari 2019   Erika Lia
Seorang pedagang di Sanggar Asli Durian Sinapeul milik Hasan (68) di Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, tengah mengikat durian yang akan dibawa pulang pengunjung.(Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM--Durian Sinapeul menjadi salah satu buah yang sebaiknya tak Anda lewatkan bila melancong ke Kabupaten Majalengka.

Diambil dari nama sebuah dusun di Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, durian sinapeul menjadi destinasi paling diburu para wisatawan. Di dusun ini, nyaris seluruh penduduknya menghasilkan durian.

Sebagian warga memanfaatkan tepian jalan untuk membuka lapak dan menjual durian. Lainnya menyediakan ruang-ruang rumah mereka sebagai tempat menyantap buah berduri ini.

Fisik Durian Sinapeul tidaklah besar dengan rata-rata berat buah terbesar hanya 2-3 kilogram. Hanya, dari segi rasa, Durian Sinapeul mengundang rasa ketagihan.

"Berbeda dengan durian lain, Durian Sinapeul legit, pulen, manis, tapi ada sedikit asam dan pahit. Dagingnya tebal dan bijinya kecil," kata Hasan (68) menggambarkan rasa Durian Sinapeul.

Hasan merupakan salah satu warga Dusun Sinapeul yang membuka Sanggar Durian Asli Sinapeul di rumah salah satu anaknya. Selama lebih dari sepuluh tahun, dia berjualan durian yang diambil dari kebunnya sendiri seluas sekitar 2,5 hektare.

Setiap pengunjung bebas datang untuk menikmati durian dengan duduk di atas tikar-tikar yang disediakan di ruang terpisah. Rata-rata penikmat durian yang datang kemari adalah keluarga yang memanfaatkan masa liburnya.

"Ada juga yang kantoran, datang ramai-ramai untuk makan durian pas waktu istirahat," ujarnya.

Saat ini, dia dan petani durian lain, khususnya di Dusun Sinapeul, tengah panen. Musim buah beraroma pekat ini memang berlaku sejak November hingga Maret mendatang.

Tak heran bila di bulan-bulan ini Dusun Sinapeul padat pengunjung dari beragam kota, seperti Jakarta, Bandung, bahkan luar Jawa. Setiap rumah warga yang menyediakan layanan makan di tempat, rata-rata penuh pengunjung sejak pagi hingga sore hari.

"Kalau sedang ramai, biasanya Sabtu-Minggu, bisa sampai 100 buah durian yang terjual," ungkap kakek bercucu sepuluh ini.

Menurut Hasan, meski telah tumbuh dan berkembang di dusun itu sejak dirinya kecil, minat terhadap Durian Sinapeul tak sebesar belakangan ini. Sekitar 1990, Durian Sinapeul selanjutnya mulai dikenal dan menjadi primadona.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar