Yamaha NMax

Keren! Warga Tasik Ini Sulap Limbah Jadi Miniatur Motor

  Rabu, 30 Januari 2019   Irpan Wahab Muslim
Anggara Maulana (32) warga Mageung Desa Sirnasari Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya.(Irpan Wahab)

TASIK, AYOBANDUNG.COM—Bagi sebagian orang, limbah seperti pipa paralon, karet bekas, onderdil motor, dan minuman kaleng tidak bernilai ekonomis. Namun lain halnya bagi Anggara Maulana (32) warga Mageung Desa Sirnasari Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya.

Oleh tangan kreatif pria lulusan SMK YPC Cintawana tahun 2007 ini, limbah-limbah tersebut diolah menjadi karya seni miniatur motor yang bernilai rupiah.

Ditemui dirumahnya, Angga menuturkan, memanfaatkan limbah menjadi karya seni dimulai sejak 2008. Dia melihat banyak limbah limbah tidak terpakai di sekitar rumahnya. Dari situ, ide memanfaatkan limbah menjadi sebuah karya muncul.

Awalnya, pria kelahiran 11 Maret 1987 ini hanya membuat miniatur motor yang ditempel dipintu kamarnya. Namun belakangan, Angga mencoba membuat miniatur motor mirip seperti aslinya.

Pembuatan miniatur motor itu, diawali dengan menggambar sketsa motor, kemudian membuat rangka motor dari bahan pipa paralon. Bagian mesin motor, juga dibuat dari pipa paralon bekas yang disusun sehingga menyerupai mesin motor aslinya.

"Semuanya berbahan limpah, ban saya buat dari karet bekas. Rangkanya dari pipa paralon yang disusun dan diraki. Ada juga kawat untuk membuat gir motornya, sedangkan rantai motor dari bekas resleting," kata Angga, Rabu (30/1/2019).

Pembuatan satu jenis motor, lanjut Angga, membutuhkan waktu setidaknya satu minggu. Karena pengerjaan harus secara detail, termasuk bagian terkecil motor. Bukan hanya motor klasik, motor keluaran terbaru dan motor matic dibuat oleh tangan kreatifnya.

"Intinya ketelitian saja, kalau pembuatan saya tidak tiap hari. Kalau ada pemesan, baru saya selesaikan. Kalau harga tergantung dari tingkat kesulitan, harga paling murah Rp150.000, kalau yang mahal sampai Rp500.000," papar Angga.

Dalam memasarkan produk hasil kreativitasnya, Angga mengandalkan media sosial Facebook dan Instagram. Dari sosial media itu, Angga mendapatkan pesanan, mulai dari dalam kota hingga luar provinsi.

"Kabanyakan yan memesan itu dari daerah luar, ada pesanan pernah dari Medan, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Semuanya melihat dari sosial media yang saya buat," ungkap Angga.

Uniknya lagi, semua pengerjaan miniatur motor berbahan limbah ini dikerjakan dengan alat manual yang mudah ditemui, seperti pisau, gunting, tang, dan lem. Dengan ketekunannya, Angga mengaku mendapatkan penghidupan yang cukup bersama istrinya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar