Yamaha Mio S

Barongsai Buatan Lily Hambali Tembus Eropa dan Timur Tengah

  Senin, 28 Januari 2019   Husnul Khatimah
Sentra pembuatan barongsai milik Lily Hambali di belakang kawasan Pecinan Kota Bogor di Jalan Suryakencana. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Di belakang kawasan Pecinan Kota Bogor di Jalan Suryakencana terdapat sebuah sentra pembuatan barongsai yang sederhana namun pemasarannya sampai ke luar negeri.

Sentra pembuatan barongsai itu merupakan milik Lily Hambali. Karya barongsai buatannya telah merambah ke Eropa dan Timur Tengah. Beberapa orang yang pernah memesan barongsainya berasal dari Jerman, Belanda, Arab Saudi, Mongioli, dan Jepang.

Lily memproduksi barongsai di halaman rumahnya yang tak terlalu luas bersama lima orang rekannya. Mereka bukanlah pengrajin musiman yang hanya ada ketika mendekati Imlek namun kegiatan memproduksi barongsai telah menjadi mata pencaharian utama mereka.

"Kita pembuatan ini dari Imlek ketemu Imlek jalan terus artinya tiap hari kita jalan terus, kalau padatnya menjelang Imlek pasti padat namun setelah Imlek kita masih produksi," ujar Lily, Senin di temui di halaman rumahnya (28/1/2019).

Di halaman rumahnya itu pengunjung bisa melihat bagaimana proses pembuatan barongsai atau liong dari sejak awal yang dimulai dari membuat rangka, menempel kertas atau kain hingga melukis gambar.

Kegiatan memproduksi barongsai ini telah dimulai oleh Lily sejak tahun 2000. Keinginan untuk menekuni membuat barongsai awalnya dia dapatkan saat dirinya menjadi pemain barongsai. Saat itu selain sebagai pemain Lily juga bertugas memperbaiki barongsai yang rusak.

"Kita bikin barongsai ini sejak tahun 2000 sejak zaman reformasi. Dulunya kita sering main barongsai, setiap main biasanya selalu ada yang rusak seperti patah disitu kita coba perbaiki dan hingga akhirnya terfikirkan untuk mencoba membuat barongsai sendiri hingga sampai saat ini kita terus lakukan," ujar Lily.

Lily mengaku keterampilan membuat barongsai yang dia kuasai didapatkan secara otodidak dengan cara memperhatikan bentuk-bentuk rangka barongsai itu sendiri.

"Belajarnya otodidak, pertamanya kita lihat-lihat dulu bagaimana rangkanya, kesini-sininya kemudian kita lihat YouTube bagaimana modelnya dan ukurannya," kata Lily.

Dia mengatakan tak bisa sembarangan membuat barongsai selain rangka harus kuat barongsai juga punya ukuran standar dan membutuhkan kesabaran dalam setiap prosesnya. Bahan-bahan baku pembuatan barongsai yang digunakan sebagiannya juga tak mudah didapat karena harus diimpor dari China.

"Bahan bakunya seperti rotan dari Indonesia sama kainnya tapi kalau aksesoris dan bulu-bulunya kita impor langsung dari China karena juga untuk menjaga kualitas," ucap Lily.

Satu barongsai jika dikerjakan secara fokus tanpa ada hambatan Lily bersama lima orang rekannya biasanya bisa menyelesaikan dalam waktu 10 hari. Namun berbeda dengan liong dibutuhkan waktu 20 hari sebab rangkanya yang lebih rumit.

Setiap barongsai yang dikerjakan oleh Lily merupakan pesanan para pelanggannya. Satu barongsai dibanderol dengan harga Rp 5,5 juta dan Rp 7,5 juta hingga Rp 8,5 juta untuk liong.

"Biasanya yang mesan kebanyakan pribadi atau perkumpulan. Mereka itu dari seluruh wilayah di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke ada namun memang kebanyakan dari luar-luar pulau seperti Medan , Palembang dan Samarinda," kata Lily.

Meski tak menyebut berapa penghasilan yang didapat olehnya dari usaha pembuatan barongsai itu namun Lily mengaku dirinya selalu kebanjiran pesanan dan kerap keteteran dengan pesanan yang dia terima.

"Alhamdulillah dari hasil ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga kita dan teman-teman yang ikut membantu, untuk pesanan sendiri Alhamdulillah sejak tahun 2000 cenderung meningkat," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar