Yamaha Mio S

Bawaslu Jabar Temukan Tabloid dan Buletin Lain Serupa Indonesia Barokah

  Jumat, 25 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan dua tabloid dan satu buletin lain serupa tabloid Indonesia Barokah beredar di 20 kota dan kabupaten se-Jabar. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan dua tabloid dan satu buletin lain serupa tabloid Indonesia Barokah beredar di 20 kota dan kabupaten se-Jabar. Isi dari tabloid dan buletin tersebut tak lain adalah sejumlah artikel opini serta tulisan lain yang bernada tendensius seputar masing-masing paslon capres dan cawapres Pemilu 2019.

Temuan tersebut disampaikan di pada konferensi pers di kantor Bawaslu Jabar, Jumat (25/1/2019). Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi mengatakan, temuan anyar tersebut baru berhasil diidentifikasi dua hari lalu, sehingga belum banyak keterangan mendetil yang dapat disimpulkan dari kedua tabloid dan satu buletin tersebut. 

AYO BACA : Bawaslu Jabar Dalami Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

Adapun dua tabloid yang ditemukan beredar adalah Pesantren Kita dan Media Umat, serta satu buletin yang teridentifikasi bertitel Kaffah. Sedangkan tabloid yang lebih dahulu ditemukan, yakni Indonesia Barokah paling banyak beredari di Tasikmalaya.

Daerah peredaran Indonesia Barokah yang paling banyak itu di Tasikmalaya, mencapai 4 ribuan (eksampelar). Sementara yang lain baru ditemukan dua hari lalu jadi hasil temuan kita masih minim, isinya berbeda dari Indonesia Barokah, saling bertentangan, jelasnya.

AYO BACA : Bawaslu Amankan 104 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah

Dia menerangkan, tabloid Pesantren Kita ditemukan di Sukabumi. Sementara tabloid Media Umat dan buletin Kaffah ada di Kabupaten Bogor. Dia juga mengimbau pendistribusian media-media cetak tersebut untuk dihentikan.

Himbauan pendistribusian untuk dihentikan sampai nanti hasil rekomendasi Bawaslu Jabar terkait Dewan Pers akan terbit, jelasnya.

Sementara, lokasi peredaran disinyalir masih menyasar kawasan-kawasan ibadah umat muslim. Kebanyakan beredar di masjid hingga pesantren.

Lokasi distribusi ada ke pesantren-pesantren dan ke masjid, tutur Zaki.

AYO BACA : Polda Jabar Selidiki Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar