Yamaha Lexi

Jokowi Ajak Masyarakat Berantas Hoaks

  Jumat, 25 Januari 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Presiden Jokowi

BEKASI, AYOBANDUNG.COM--Presiden Joko Widodo menyambangi Kota Bekasi untuk mengisi kegiatan penyerahan sertifikat tanah untuk masyarakat di Masjid Al-Barkah, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (25/1/2019).

Dalam kegiatan itu, Jokowi yang juga menjadi Calon Presiden RI periode 2019-2024 tersebut meluruskan isu-isu yang menghantui dirinya semenjak menjabat jadi presiden dari tahun 2014 lalu. 

"Saya ingin menyampaikan isu-isu tentang saya. Biasanya kalau masuk tahun politik banyak introduksi, walaupun isu ini sudah empat tahun berjalan," ujar Jokowi di hadapan jamaah masjid dan peserta penerima sertifikat tanah. 

Jokowi mengatakan, tadinya ia membiarkan isu-isu namun kian lama kian merebak. Dia pun pernah mensurvei, setidaknya terdapat sembilan juta masyarakat Indonesia yang percaya akan isu miring tersebut, sehingga dia memilih untuk meluruskan. 

"Tadinya saya sabar, tapi sekarang saya mau jawab," ujarnya. 

Isu tersebut, pertama mengenai dirinya disebut sebagai anggota PKI. Dia mengatakan hal itu tidak mungkin lantaran PKI saja dibubarkan pada tahun 1966. Sementara dirinya saat itu berusia sekitar lima tahun. 

"Saya itu lahir tahun 1961. Masa masih balita dituduh anggota PKI," katanya. 

Kedua, dia mengaku sering disebut sebagai anti ulama dan fobia Islam. Dia menegaskan, tidak ada korelasinya diisukan seperti itu. Pasanya dia sendiri sering beraktivitas di lingkungan santri maupun bersama ulama.

"Terus yang tandangan perpres hari santri itu siapa? Itu tanda kita mengapresiasi ulama santri karena mereka punya andil besar merebut kemerdekaan," katanya. 

Terakhir dia mengaku sering disebut antek asing. Dia mengklarifikasi isu-isu seputar itu dengan konkret yakni menasionalisasikan aset-aset negara yang bertahun-tahun dikendalikan secara mayoritas oleh negara asing. 

Selanjutnya, Jokowi berpesan kepada masyarakat luas agar tak terpengaruh oleh isu hoaks dan fitnah. Apalagi, kata dia, saat ini telah memasuki tahapan Pemilu 2019. Sehingga masyarakat jangan sampai terpecah belah karena berbeda pilihan politik.

Dikatakan Jokowi, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk sekira 260 juta jiwa. Selain itu, Indonesia juga diperkaya dengan 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Dengan beragam suku, agama, adat dan tradisi yang ada, maka sudah semestinya seluruh masyarakat mensyukuri nikmat pemberian Allah SWT itu.

"Sering kita tidak sadar dengan apa yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia. Ini sudah menjadi Sunnatullah, sudah menjadi hukum Allah kalau kita diberikan perbedaan-perbedaan itu," paparnya.

Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik. Jokowi meminta masyarakat untuk lebih mengukuhkan hubungan antarmanusia dan tidak mudah termakan hoaks.

Untuk itu, ia mengajak rakyat menyaring dengan cermat informasi yang bertebaran di media sosial. Hal itu sangat penting karena pada tahun politik ini, banyak isu, kabar bohong (hoaks), ataupun fitnah disebar melalui media sosial.

Dia mengambil contoh bagaimana perang saudara terjadi di beberapa negara lain. Kondisi demikian, diakibatkan oleh perseteruan antar sesama anak bangsa, lalu meluas menjadi konflik senjata yang mengerikan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar