Yamaha Mio S

Masalah Sampah Kali Pisang Bekasi Jadi Sorotan Media Luar Negeri

  Jumat, 25 Januari 2019   Ananda MF
Pemberitaan channelnewsasia soal tumpukan sampah di Kali Pisang Bekasi. (channelnewsasia )

BEKASI, AYOBANDUNG.COM--Persoalan sampah di Kali Pisang Batu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, seolah tak usai. Setelah viralnya tumpukan sampah di kali awal Januari lalu, pemerintah melakukan pembersihan hingga bisa mengangkut ratusan ton sampah.

Pemerintah lalu memasang jaring penahan di kali pada perbatasan wilayah antara kota dan kabupaten. Maksud adanya penahan tersebut yaitu agar sampah-sampah dari kota tidak masuk ke kali tersebut. Nahasnya, penahan malah jebol dan sampah-sampah kembali terdorong masuk ke Kali Pisang.

AYO BACA : Bandung Pisan: Sedekah Sampah ala Kecamatan Bojongloa Kaler

Persoalan Kali Pisang Batu kemudian menjadi sorotan media asing. Seperti media asing, Swissinfo, yang menerbitkan artikelnya pada 23 Januari 2019 dengan judul The trash never stops': Indonesia battles to clean up rivers. Artikel tersebut menyinggung upaya pemerintah setempat membersihkan sampah-sampah Kali Pisang yang tiada henti, namun terus bermunculan.

Warga setempat, Marzuki, dalam artikel tersebut bahkan mengatakan, dirinya tidak lelah membantu pemerintah membersihkan sampah-sampah yang didominasi plastik tersebut, hanya saja, sampah-sampah terus datang. 

AYO BACA : Kabar Gembira, Sampah Kemasan Karton Kini Bernilai Ekonomi

Media Jepang, Asahi Shimbun, pun turut menyoroti permasalah sampah-sampah yang terus bermunculan tersebut. Berikut media-media internasional lainnya, seperti The Straits Times, The Weekly Times, AOL, hingga media kenamaan Inggris, Reuters.

Secara terpisah, Ayobekasi.net (Ayo Media Network) mewawancari Kepala Bidang Kebersihan, DLH Kabupaten Bekasi Dodi Agus Suprianto. Menurutnya, persoalan sampah-sampah Kali Pisang kembali muncul karena sejumlah alasan.

Pertama, jaring penahan di perbatas wilayah, tepatnya di Kali Bancong, Kota Bekasi, jebol lantaran tidak kuat menahan sampah yang menumpuk. Kedua, curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan sampah-sampah itu kemudian terdorong memasuki wilayah kabupaten.

Dia mengatakan, tumpukan sampah di dalam kali sebenarnya sudah menjadi pemandangan biasa apalagi di musim penghujan. "Setiap tahun, setiap musim penghujan, selalu trennya seperti ini (sampah di kali)," ujar Dodi.

AYO BACA : Saatnya Zero Waste Lifestyle atau Bumi Makin Tidak Layak Huni

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar