Yamaha

Persaingan Kian Bebas, Ini Pesan Menaker kepada SMK

  Kamis, 24 Januari 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam kegiatan penyerahan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi SMK Binakarya Mandiri di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019). (Dok. Biro Humas Kemnaker)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, mengingatkan para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap persaingan pasar kerja.

Menurut Hanif pasar kerja merupakan perujudan dunia nyata, maka sedari bangku sekolah siswa dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi baik itu hard skill maupun soft skill. 

"Dua kompetensi utama meliputi soft skill dan hard skill inilah menjadi kunci utama untuk masuk ke pasar kerja," kata Hanif dalam kegiatan penyerahan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi SMK Binakarya Mandiri di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019).

Hanif menjelaskan hard skill adalah keterampilan terkait teknik kompetensi. Misalnya Teknologi Informasi (TI), komputer, penguasaan bahasa dan desain website. Sedangkan softskill adalah karakter baik terkait moral dan kinerja, misalnya jujur, amanah, dapat dipercaya. 

Menurut Hanif, pekerjaan-pekerjaan di masa depan membutuhkan soft skill yang mempuni. Soft skill menjadi kebutuhan mendasar seiring pekerja memasuki dunia kerja. Bila diurut, pekerja 85% harus memiliki soft skill, sementara 15% diperuntukkan untuk hard skill.

"(Soft skill) seperti memiliki karakter kinerja disiplin, pantang menyerah, kerja keras, semangat dan penuh motivasi," beber Hanif.

Dia juga menilai sertifikasi sangat penting sebagai alat untuk bertarung di pasar kerja. Pasalnya selain dua skill tersebut, pekerja membutuhkan bukti tertulis bahwa dirinya berkemampuan secara kompetensi.

"Di luar itu keras, persaingan sangat ketat untuk masuk perguruan tinggi atau dunia kerja. Mau cari pekerjaan atau berkarir bersaing. Mencari pacar pun bersaing," ujarnya. 

Hanif mengungkapkan pesatnya perkembangan teknologi informasi di masa depan mengakibatkan sejumlah pekerjaan akan hilang. Tapi di sisi lain, akan bermunculan jenis-jenis pekerja baru yang belum bisa teridentifikasi. 

"Makanya saya pesan ke teman-teman agar perkuat skill baik soft skill maupun hard skill karena skill itu harus berubah. Dengan kuasai hard skill dan soft skill, maka segala sesuatunya akan lancar, " katanya.

SMK Binakarya Mandiri sendiri memiliki enam jurusan, yakni Teknik Alat Berat, Teknik Audio Video, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Kendaraan Ringan.

Dalam kesempatan itu juga, diharapkan dengan penyerahan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi untuk SMK Binakarya Mandiri mampu meningkatkan semangat siswa mendalami kemampuan di sekolahnya. 

"Beberapa kejuruan di SMK Bina Mandiri mencerminkan kompetensi teknis yang harus bisa dijadikan modal di pasar kerja atau berwirausaha,"  kata Hanif memungkasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar