Yamaha Aerox

Selama 30 Tahun, Nandang Setia Berjualan Lahang

  Minggu, 20 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
Penjual minuman lahang, Nandang (58). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Di antara deretan aneka makanan dan minuman 'kekinian' yang dijual di kawasan Car Free Day Dago, Minggu (20/1/2019), ada satu hal yang cukup menarik perhatian. Tak jauh dari area depan salah satu rumah sakit swasta di kawasan tersebut, seorang bapak paruh baya nampak berjalan pelan sembari memanggul dua batang besar bambu. Kedua bambu tersebut dihubungkan menggunakan sebilah kayu yang ia taruh di pundaknya. Pada bagian samping salah satu bambu, tergantung tumpukan gelas plastik.

Meski berjalan cukup lambat, namun sekilas tak nampak ada tanda-tanda kepayahan yang tersirat dari wajah dan gerak tubuhnya. Pria tersebut nampak sudah sangat terbiasa dengan beban di pundaknya. Beberapa orang yang penasaran bertanya perihal apa yang dijual sang bapak di dalam bambu tersebut.

"Lahang, air gula aren. Mangga cobain aja," ungkapnya. Beberapa orang tersebut kemudian disodori gelas plastik dan diminta untuk memegangnya dengan benar. "Kade, cepengan heula (hati-hati, pegang dulu)," ujarnya.

Dia lantas memiringkan salah satu batang bambu, dan menuangkan air ke dalam gelas yang dipegang pembeli. Air yang keluar meyerupai warna teh, namun lebih bening dan kekuningan. Satu gelas air lahang tersebut dibanderol seharga Rp10.000.

AYO BACA : Manisnya Lahang, Minuman Eksotis Sarat Khasiat

"Sekarang mah saya udah enggak terlalu kuat jualan. Kaki sudah sakit," ungkapnya yang diketahui bernama Nandang (58). Pria dua anak tersebut mengaku sehari-harinya tinggal di kawasan Padalarang, meskipun dia bercerita perlu menaiki ojek dari Padalarang hingga tiba di rumahnya seharga Rp25.000.

Nandang datang seorang diri. Untuk mencapai kawasan Car Free Day Dago, dia harus menaikki kereta dari Padalarang hingga Stasiun Bandung. Dia kemudian berjalan kaki dari Jalan Kebon Kawung tersebut menuju Jalan Ir.H.Juanda--dengan memanggul lahang. Dulu, dia mengaku berjualan lahang setiap hari. Kini, pekerjaannya tersebut hanya sanggup ia lakoni seminggu sekali.

"Bapak jualan lahang udah 30 tahunan. Dulu mah waktu masih kuat sering ke tonggoh (daerah atas--kawasan utara Bandung) sampai ke Pasar Lembang, numpang kendaraan yang lewat," ujarnya.

Usut punya usut, beberapa anggota keluarga Nandang juga ada yang turut berjualan lahang. Bahkan, mereka memiliki kebun dan melakukan penyadapan gula aren sendiri. Nandang hingga saat ini memelrukan orang untuk melakukan hal tersebut.

AYO BACA : Menikmati Minuman Tradisonal Unik di Bajigur dan Bandrek TwoAA

"Enggak, saya mah enggak naik pohonnya, ada tukang-nya sendiri yang ngambil lahang," jelasnya.

Sadapan nira atau gula aren tersebut kemudian langsung dimasukkan ke dalam batang bambu. Pada periode tertentu, bambu dibakar untuk mematangkan minuman. Oleh karena itu, jagan heran bila terkadang terasa ada aroma smokey atau berasap yang terasa dari segelas lahang.

Nandang kemudian bercerita perihal khasiat yang bisa didapat dari mengkonsumsi lahang. "Ini bagus untuk orang yang panas dalam, bisa juga mengobati orang yang susah buang air kecil," jelasnya.

Selama ayobandung.com berbincang, beberapa orang berdatangan menyapa Nandang dengan rasa penasaran. Sebagian di antaranya bahkan menyempatkan diri berfoto di depan bambu milik Nandang.

Ketika ditanya apakah masih banyak orang yang tahu minuman apa yang dia jual, Nandang mengatakan bahwa sejauh ini kalangan orang-orang di sekitar rumahnya sudah mengenal dia sehingga tak lagi kebingungan melihat panggulan bambu yang dirinya bawa.

"Ya kadang juga ada yang nanya ini apa. Yang jelas mah ya alhamdulillah penghasilan bisa lah dipakai buat jajan walaupun enggak nentu. Gimana ramainya saja," ungkapnya.

Matahari mulai naik ketika kami menyudahi obrolan. Dia berpamitan seraya tersenyum. "Bade uih ah," ungkapnya. Langkahnya tidak nampak tertatih meski dia mengeluh sakit.

AYO BACA : 10 Minuman Segarrr di Bandung Ini Paling Asyik 'Diuyup' di Siang Terik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar