Yamaha NMax

Perkenalkan Lagu Anak lewat Drama Musikal Sadanada

  Jumat, 18 Januari 2019   Anya Dellanita
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik Angkatan 2015 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar drama musikal Sadanada yang berlangsung di Dago Tea House, Jumat (18/1/2019). (Anya Dellanita/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Mahasiswa Pendidikan Musik Angkatan 20 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar drama musikal Sadanada yang berlangsung di Dago Tea House, Jumat (18/1/2019). Acara ini dilatarbelakangi keinginan panitia untuk menggabungkan musik barat dan musik lokal, selain itu acara ini juga bertujuan untuk mempekenalkan lagu anak-anak dalam bentuk yang unik.

Acara ini melibatkan 320 orang jika ditotal seluruhnya, terdiri dari talent, live music, dan aktor. "Kami juga bekerjasama dengan paduan suara dari SMP Santa Ursula, karena kan dramanya tentang lagu anak jadi butuh figur anak yang diwakilkan oleh anak-anak dari SMP Santa Ursula itu," kata ketua pelaksana Sadanada, Vincentius Paskalis N.

AYO BACA : Dengan Pentas Seni Anak, TK Labschool UPI Rayakan Kelulusan

Dramanya menceritakan tentang 2 orang anak bernama Sada dan Nada, yang memiliki nasib bertolak belakang. Sada adalah anak kampung yang hidupnya bebas, sedangkan Nada adalah anak orang kaya yang hidupnya terkekang, selalu diatur-atur oleh ayahnya. Yang ingin disampaikan dalam drama ini adalah cerita yang tidak jauh dari kehidupan mahasiswa musik, bagaimana kehidupan seseorang yang punya mimpi hidup dalam musik menghadapi tantangan dari keluarganya.

"Intinya kami ingin membuktikan kalau sekarang seni itu tidak bisa dilihat sebelah mata, lahan kerjanya juga banyak," tambah Vincentius.

AYO BACA : Film ‘Naura & Genk Juara', Paket Hiburan Komplet untuk Anak-anak

Acara ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Jubing Kristianto dan Ega Robot Ethnic Percussion. 

Acara terbagi jadi 2 sesi, siang dan malam, masing-masing selama 120 menit. Sesi siang dimulai dari jam 15.00-17.00 sedangkan sesi malam dimulai pukul 20.00-22.00. 

"Walaupun ada 2 sesi, ceritanya tetap sama, hanya beda sasaran. Kalau siang lebih menyasar ke anak usia SMP dan SMA yang mungkin tidak bisa datang kalau malam, kalau sesi malam lebih menyasar ke dosen atau pengamat. Di sesi malam juga ada tribute untuk ketua pelaksana sebelumnya, Alm. Jembar Pangestu," kata Vincentius.

AYO BACA : Vokalis Panic! At The Disco Terjun ke Dunia Seni Peran dalam Broadway

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar