Yamaha NMax

Ini Masalah Utama dalam Debat Pilpres Pertama

  Jumat, 18 Januari 2019   Anya Dellanita
Ilustrasi pilpres. (Tia/ayobandung)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pasangan calon nomor urut 1 Joko Widodo dan pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto adu pendapat mengenai beberapa isu, seperti korupsi dan penegakan hukum dalam debat pertama pilpres 2019 pada Kamis (17/1/2019) malam.

Dalam debat Jokowi menyebutkan hal yang telah dilakukannya dalam menanggulangi korupsi, terorisme, reformasi hukum, dan HAM. Sementara Prabowo menyebutkan rencananya dalam menangani korupsi dan teror dari negara lain.

Melansir dari Bloomberg, Jumat (18/1/2019), ekonomi memang menjadi isu utama dalam debat ini. Namun tuduhan atas menyebarnya serangan teroris dan pelanggaran HAM di Papua dan Aceh terhadap Jokowi membuat Prabowo tampak lebih mampu mengendalikan masalah ini. Walaupun begitu, polling dari Charta Politika menunjukkan Jokowi memimpin dengan jumlah dua kali lipat dari jumlah yang didapatkan oleh Prabowo. Jokowi meraih jumlah sebesar 53.2 persen, sedangkan Prabowo hanya meraih 34,1 persen. Jumlah tersebut masih bisa berubah karena masih ada sekitar 13 persen pemilih yang belum memutuskan.

Menurut direktur eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, Prabowo sebenarnya dapat menyusul jumlah yang didapatkan Jokowi jika ia dapat ‘merayu’ para pemilih yang belum memutuskan tersebut. Ia harus membuat sebuah gebrakan menarik perhatian mereka.

“Jika tetap seperti ini, ya Jokowi yang akan menang”, tambahnya.

Dalam debat kemarin, Prabowo juga menyinggung soal gaji aparat pemerintah termasuk gaji hakim dan polisi adalah sumber dari tercatatnya Indonesia sebagai negara paling korup ke-96 dari 176 negara. Ia berjanji akan merevitalisasi ekonomi di Asia Tenggara dengan cara mengurangi pajak dari perusahaan dan usaha individu jika ia terpilih menjadi presiden.

Sementara itu, Jokowi mengampanyekan prestasinya dalam pembuatan jalan tol dan bandara sebagai usaha menjalankan misinya untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dan mengubah Indonesia dari negara yang asalnya sangat bergantung pada negara lain dalam ekonomi, menjadi negara yang memiliki kekuatan manufaktur sendiri.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar