Yamaha Mio S

Kukang Mati Korban Perburuan Ilegal Bertambah, IAR Indonesia Dorong Hukuman Maksimal

  Rabu, 16 Januari 2019   Erika Lia
Seekor kukang mendapat perawatan pasca diamankan dari perburuan dan perdagangan ilegal di Kabupaten Majalengka.(Erika Lia)
CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Sepekan usai diamankan, lima ekor kukang jawa hasil pengungkapan kasus perburuan dan perdagangan oleh Polres Majalengka mati. Sisanya masih belum dilepasliarkan.
 
Dari total 79 ekor kukang yang diselamatkan dari pemburu dan pengepul di wilayah Majalengka pada 9 Januari lalu, sampai sekarang tercatat sudah lima ekor mati.
 
Seekor kukang diketahui mati, Rabu (16/1/2019) pagi. Kukang tersebut mati di tengah masa perawatannya bersama 65 ekor lainnya di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Seksi Konservasi Wilayah VI, di Sumber, Kabupaten Cirebon.
 
Selain mereka yang berada di BBKSDA Jabar di Cirebon, sebelumnya diketahui pula masih ada sepuluh ekor kukang lain yang dirawat intensif di Bogor.
 
Manager Animal Care International Animal Rescue (IAR) Indonesia, Wendi Prameswari menyatakan, kematian kukang korban perburuan dan perdagangan semacam ini normal terjadi akibat kondisi kukang yang memprihatinkan kala ditangkap dan dipisahkan dari habitatnya.
 
"Sekitar 30% kukang mati selama proses kekejaman dari para pelaku kejahatan perdagangan satwa liar. Mulai dari diburu, disimpan, dikirim ke pedagang, sampai diperjualbelikan di pasar, baik secara konvensional maupun online," kata Wendi.
 
Untuk seluruh kukang sitaan Polres Majalengka yang masih hidup, dia meyakinkan, masih memungkinkan segera kembali ke habitatnya, kecuali sepuluh yang tengah mendapat perawatan intensif.
 
Saat ini, pihaknya berupaya memulihkan kondisi psikologis kukang yang stres akibat transportasi atau packing yang buruk.
 
"Setelah pulih, segera direkomendasikan untuk dilepasliarkan," cetusnya.
 
Ketua Umum IAR, Tantyo Bangun menjamin dukungan pihaknya untuk menyelamatkan kukang hasil penindakan Polres Majalengka ini, bekerja sama dengan pihak penegak hukum dan BBKSDA Jabar.
 
"Kami apresiasi penindakan oleh Polres Majalengka. Kasus ini menunjukkan ancaman perdagangan satwa yang dilindungi harus ditindak lebih tegas," katanya.
 
Untuk itu, pihaknya mengharapkan proses peradilan kelak dapat memberi efek jera melalui penjatuhan hukuman maksimal.
 
Direktur Program IAR Indonesia, Karmele Llano Sanchez mengapresiasi pula masyarakat setempat yang menginformasikan adanya tindakan kriminalitas perdagagan satwa liar.
 
"Isu perdagangan kukang di Indonesia sudah tak dapat ditoleransi lagi. We all say NO to the illegal trade in wildlife," tegasnya.
 
Yayasan IAR Indonesia sendiri telah menyatakan komitmennya pada penyelamatan, rehabilitasi, dan perlindungan primata seperti kukang, monyet, dan orangutan dengan menjalankan dua pusat rehabilitasi di Bogor, Jawa Barat, dan Ketapang, Kalimantan Barat.
 
Mereka fokus pada dua hal, masing-masing perlindungan dan keterhubungan habitat di tingkat lanskap. 
 
Selain itu, mendorong penegakan hukum dari aktivitas perdagangan satwa ilegal melalui kerja sama dengan instansi pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta unit-unit pelaksana di daerah, sektor swasta, pemerintah daerah, maupun masyarakat lokal, diiringi penyadartahuan masyarakat dan pemberdayaan komunitas lokal.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar