Yamaha

PHRI Keluhkan Okupansi Hotel Turun

  Selasa, 15 Januari 2019   Mildan Abdalloh
(Pixabay.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung mengeluhkan sejumlah masalah yang menjadi penyebab menurunnya okupansi hotel.

Ketua PHRI Kabupaten Bandung Use Juhaya mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, okupansi hotel mengalami penurunan sebanyak 30% yang diakibatkan oleh beberapa sebab.

Penyebab pertama menurunnya tingkat okupansi adalah akses jalan yang kurang memadai, terutama ke sejumlah objek wisata di selatan Kabupaten Bandung.

AYO BACA : Peluang Investasi Perhotelan Kabupaten Bandung Masih Besar

Kondisi tersebut menyebabkan jalanan menjadi macet saat musim libur, sehingga wisatawan menjadi malas untuk menginap di hotel-hotel yang ada di Kabupaten Bandung.

"Infrastruktur jalan ke atas yang masih jadi kendala, apalagi kemarin itu ada proyek SPAM Gambung di tepi jalan disana, wisatawan yang mau keatas bisa belasan jam kejebak macetnya disana," tutur Use, Selasa (15/1/2019).

Disamping itu, Use juga menuding pihak aparat seperti Satpol PP yang kerap melakukan razia ilegal.

AYO BACA : Okupansi Menurun, Hotel di Lembang Kian Menjerit

Razia tersebut menyebabkan pengunjung hotel menjadi tidak nyaman. "Oknum Satpol PP, Polisi sering gerebek hotel tanpa izin," ujarnya.

Pada dasarnya, kata Use pihaknya tidak mempermasalahkan razia oleh aparat, selama dilakukan dengan izin resmi.

"Kalau dilakukan resmi kami juga tidak masalah, karena Bandung (Kab Bandung) ini agamis saya dukung tapi dengan cara yang benar," katanya.

Namun, selama ini kata dia razia yang dilakukan ditengarai ilegal, karena hanya dilakukan oleh segelintir orang.

AYO BACA : Lima Hotel Tematik di Bandung yang Instagramable Punya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar