Yamaha Aerox

Terkait Kasus Sunjaya, KPK Periksa Lagi 16 Saksi

  Senin, 14 Januari 2019   Erika Lia
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy

CIREBON, AYOBANDUNG.COM- Sedikitnya 16 orang, sebagian pejabat, di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan jual beli jabatan oleh Bupati Cirebon non aktif, Sunjaya Purwadi Sastra, di Mapolres Cirebon Kota, Senin (14/1/2019).

Satu dari sejumlah pejabat yang diperiksa hari ini diketahui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno. Rahmat datang ke Mapolres bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, Zainal Abidin, dan langsung menuju ruang pemeriksaan.

Selain Rahmat dan Zainal, ke-14 pegawai lain yang diperiksa masing-masing Moh Syafrudin (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Disdukcapil Kabupaten Cirebon), Evi Sudiasih (honorer pada Disdukcapil), Intan Novita Sari (honorer pada Pemkab Cirebon), Deni Syafrudin (ajudan bupati), Sunedi (sekretaris pribadi), Andri Yuliandri (Kepala Sub Bagian Kepegawaian Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon), Sri Darmanto (Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia/BKPSDM), Yayat Ruhiyat (Sekda Kabupaten Cirebon 2015-2018), Supadi Priyatna (Kepala BKPSDM), Iing Tajudin (Camat Astanajapura), Rita Susana S (Camat Beber), Bambang Setiadi (Camat Pangenan), Bambang (Camat Ciwaringin), dan Wawan Setiawan (Kepala BKAD Kabupaten Cirebon).

Pemeriksaan diketahui berlangsung sejak pagi. Para terperiksa rata-rata enggan memberitahukan perihal materi yang ditanyakan maupun berkomentar soal pemeriksaan itu.

Yayat Ruhyat misalnya, hanya tersenyum lebar sekeluarnya dari Mapolres Cirebon Kota. Yayat sendiri pernah diturunkan jabatannya oleh Sunjaya menjadi staf ahli pada 3 Januari 2018. Namun, dia ketika itu menolak dilantik dan keluar ruangan.

Diketahui, KPK menangkap tangan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra di rumah jabatan bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, pada 24 Oktober 2018.

Sunjaya selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli jabatan. Selain Sunjaya, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy menjelaskan, KPK hanya meminjam ruangan untuk memeriksa ke-16 orang itu di Mapolres Cirebon Kota.

"Kami menerima surat permohonan dari KPK berisi peminjaman ruang pemeriksaan bagi saksi-saksi untuk perkara Bupati Cirebon. Jadi kami hanya menyediakan tempat," terangnya, Senin (14/1/2019).

Pihaknya menerima permohonan peminjaman ruang untuk sepekan ke depan. Dengan alasan hanya peminjaman ruang, Roland pun enggan berkomentar lebih jauh terkait perkembangan kasus tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar