Yamaha Lexi

Budaya Menulis Tangkal Penyebaran Hoaks di Media Sosial

  Senin, 14 Januari 2019   Adi Ginanjar Maulana
Boyke M. Febrian

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Masyarakat diminta mewaspadai berita bohong atau hoaks yang selalu tersebut akhir-akhir ini sehingga tidak memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

AYO BACA : 28 Komunitas se-Kota Bandung Deklarasi Anti-Hoaks di CFD Dago

Pegiat media sosial asal Bandung, Boyke M. Febrian, mengatakan, pendidikan literasi menjadi bagian yang penting untuk mengadang gempuran hoaks terutama media sosial.

AYO BACA : Banyak Alumni UIN Jadi Jurnalis, Uu Yakin Bisa Perangi Hoaks

Di sisi lain, kaum muda saat ini yang mencakup generasi milenial perlu berkontribusi besar menangkal hoaks di media sosial.

"Pemuda harus menjadi sentral pendidikan di lingkungannya. Bagaimana menggunakan medsos yang baik harus ditunjukan kaum milenial. Tulisan-tulisan bermanfaat di medsos pun harus menjadi budaya yang dilakukan oleh para milenial," ujarnya, Minggu (13/1/2019).

Dia mangatakan, budaya menulis perlu digencarkan untuk menangkal hoaks. Bahkan, dia mengaku yang juga mencalonkan diri menjadi anggota DPR dari Golkar dapil Kota Bandung-Cimahi ini, akan menyelenggarakan penulisan guna memacu budaya pada generasi milenial.

"Masyarakat harus diberikan kebiasaan menulis. Salah satunya dengan program lomba menulis yang setiap bulan dilakukan. Untuk setidaknya meminimalisir tulisan-tulisan yang dapat memecah belah bangsa," ujarnya.

AYO BACA : Kota Antihoaks

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar